Usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda resmi memasuki tahapan legislasi. Rapat kerja Komisi I DPRD Jawa Barat bersama tim pengusul pada Kamis (2/7/2026) menyepakati aspirasi itu akan dilanjutkan ke mekanisme resmi yang ditentukan DPRD.
Koordinator tim pengusul, Ganjar Kurnia, menegaskan bahwa usulan ini bukan sekadar pergantian identitas administratif. Menurutnya, ini adalah upaya mengembalikan eksistensi Sunda yang telah lama hilang dari peta administrasi.
"Ya banyak hal ya. Tapi paling tidak tadi saya sampaikan, kalau untuk saya sendiri, paling tidak kita membuat monumen gitu. Karena Sunda itu, istilah 'Sunda' itu kan sangat besar secara geologis. Itu kan ada paparan Sunda, ada Sunda Besar, ada Sunda Kecil, yang kemudian sebetulnya secara administratif tuh menjadi tidak ada. Sekarang kan namanya hanya jadi Jawa Barat saja," kata Ganjar, Jumat (3/7/2026).
Ia menambahkan, nama Sunda memiliki kekuatan sosiologis, kultural, dan psikologis yang dapat memperkuat jati diri masyarakat. Pada ujungnya, hal itu diyakini bisa mendorong pembangunan ekonomi, semangat, dan etos kerja.
Artikel Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Yuvita, Taufik Hidayat Pukul Korban dengan Golok dalam Keadaan Mabuk
Erwan Setiawan Dorong Pengrajin Jabar Manfaatkan Teknologi Digital untuk Tingkatkan Ekonomi Kreatif
Transaksi Pekan Kerajinan Jabar 2026 Tembus Rp54 Miliar, Naik 170 Persen
Defisit APBD Jawa Barat 2026 Diproyeksi Tembus Rp5,7 Triliun, Ini Penyebabnya