Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Kamis (2/7) pukul 23.58 WIB, gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu meluncurkan guguran awan panas dengan estimasi jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya, tepatnya di hulu Kali Sat atau Putih.
Badan Geologi melalui akun Instagramnya melaporkan, guguran tersebut memiliki amplitudo maksimal 53,05 mm dan durasi 92,91 detik. Dalam video yang diunggah, terlihat batuan panas berwarna kuning kemerahan meluncur deras dari mulut kawah, lalu menyebar di kaki gunung ke berbagai arah.
Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi. Saat ini, status Gunung Merapi berada di level siaga.
Pendakian Merapi Ditutup
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengingatkan bahwa pendakian Gunung Merapi masih ditutup. Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menegaskan, aktivitas pendakian sangat tidak disarankan demi keselamatan.
"Apabila terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dapat terlempar hingga mencapai radius 3 kilometer dari puncak," kata Agus kepada wartawan, Rabu (1/7). Jangkauan lontaran itu mencakup area yang selama ini menjadi jalur dan batas akhir pendakian, sehingga sangat mengancam nyawa siapa pun yang berada di zona tersebut.
Artikel Terkait
Sri Sultan Minta Wisatawan Tak Mendaki Gunung Merapi yang Masih Berstatus Siaga
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Jarak Luncur Capai 1,7 Kilometer
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Jarak Luncur Capai 2 Kilometer
Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer