Astra Kembangkan Desa Wisata Berbasis Budaya Osing di Banyuwangi

- Jumat, 03 Juli 2026 | 10:12 WIB
Astra Kembangkan Desa Wisata Berbasis Budaya Osing di Banyuwangi

Suara lesung yang dipukul berirama menyambut pagi di halaman rumah khas Osing, Desa Kemiren, Banyuwangi. Irama itu menjadi sambutan bagi wisatawan yang datang ke desa binaan PT Astra International Tbk ini. Di tengah arus modernisasi, masyarakat Osing masih setia menjaga tradisi dan kearifan lokal sebagai penggerak kesejahteraan desa.

Desa Sejahtera Astra Kemiren menjadi contoh bagaimana budaya bisa menjadi sumber penghidupan. Berbagai tradisi seperti upacara Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, hingga arsitektur khas Osing tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi potensi wisata yang menghidupi warga.

Sejak 2024, Astra memperkuat potensi itu melalui program Desa Sejahtera Astra yang mencakup empat bidang: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Program ini telah menjangkau sekitar 300 warga. Kini terdapat 50 homestay dengan 92 kamar, 40 pelaku usaha lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola desa wisata.

Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis pun meningkat 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Angka itu menunjukkan bahwa budaya yang dijaga bisa menjadi sumber ekonomi baru.

“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto. “Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.”

Empat Pilar Pengembangan

Di bidang kesehatan, Astra memperkuat layanan Posyandu, menyediakan sarana kesehatan dasar, mendukung kesehatan ibu dan anak, serta mengadakan edukasi kesehatan. Di bidang pendidikan, PAUD diperkuat dengan sarana belajar dan alat permainan edukatif, serta pengenalan budaya lokal sejak dini.

Pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian. Masyarakat didampingi mengelola sampah organik dan non-organik, memanfaatkan limbah ternak menjadi pupuk organik, mengembangkan biogas, dan membentuk kelompok sadar lingkungan. Sementara di bidang kewirausahaan, dukungan diberikan pada pengembangan homestay, UMKM, dan promosi wisata budaya.

Konsistensi desa ini menuai apresiasi. Sejak 2019, Desa Kemiren meraih berbagai penghargaan, termasuk Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia, dan ASEAN Tourism Award 2025. Desa ini juga terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Program 2025.

Selain di Kemiren, Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra juga membina kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo, Banyuwangi. Pendampingan meliputi penguatan organisasi, budidaya organik, perbaikan pascapanen, serta akses pemasaran dan pembiayaan. Hasilnya, petani memperoleh sertifikasi organik, panen naik dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025, dan omzet melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar. Produk buah naga segar dan olahan seperti sale dan dehydrated kini menembus pasar Singapura dan Hong Kong.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags