Sebanyak 1.590 anak dari keluarga prasejahtera di Banyuwangi menerima beasiswa pendidikan sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan. Program Beasiswa PNM 2026 yang dikelola oleh Danantara Indonesia ini menyasar anak-anak nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pihaknya percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar dan membangun masa depan yang lebih baik. “Melalui Beasiswa PNM, kami ingin menumbuhkan dan mendukung harapan serta cita-cita mereka,” ujarnya dalam keterangan kepada Media Indonesia, Minggu (28/6/2026).
Survei sosial ekonomi nasional sebelumnya menunjukkan bahwa 20,35 persen anak yang tidak bersekolah tidak mampu melakukannya karena kendala biaya. Program beasiswa ini hadir untuk mengatasi hambatan tersebut dengan menanggung biaya pendidikan mulai dari jenjang SD dan sekolah luar biasa (SLB) hingga perguruan tinggi.
Inisiatif ini menandai pergeseran prioritas PNM yang sebelumnya fokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera dan pelaku usaha ultra-mikro, kini menjangkau kesejahteraan keluarga rentan secara lebih luas.
Sinta Ratnasari, nasabah Mekaar Kabat 2 Unit di Banyuwangi, dan putrinya, Efi Adelya Rachma, siswa kelas 8 SLB, termasuk di antara ribuan penerima manfaat. “Saya kaget sekaligus terharu saat diberi tahu anak saya mendapat beasiswa. Bantuan ini sangat membantu pendidikannya,” ujar Sinta.
Artikel Terkait
Keributan di Bogor Selatan, Satu Orang Luka Gores
Sidang Kasus Edit Pernyataan Said Iqbal Kembali Ditunda karena Hakim Berduka
Iran Luncurkan Rudal Balas Agresi AS, Ancam Hentikan Negosiasi Damai
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Koja, Incar Keluarga Kekasih Mantan Istri