Bagi banyak perempuan, memiliki kulit ketiak yang bersih dan sehat adalah dambaan. Salah satu langkah perawatannya adalah menghilangkan bulu ketiak yang dianggap mengganggu. Namun, proses ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa metode populer yang kerap dipilih karena dinilai efektif dan praktis: waxing, epilator, dan IPL treatment di klinik kecantikan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika dr. Arini Widodo, Sp.DVE dan dr. Danar Wicaksono, Sp.DVE memberikan pandangan mereka mengenai ketiga metode tersebut.
Waxing
Waxing adalah metode mencabut bulu ketiak secara mekanik menggunakan bahan seperti hard wax (lilin leleh), soft wax (dari beeswax, mineral oil, atau resin), atau sugar wax (dari gula). Bahan dioleskan merata, lalu ditarik cepat sehingga bulu tercabut hingga akar. Kelebihannya: relatif terjangkau, rambut tumbuh lebih tipis, dan hasil tahan hingga tiga minggu. Namun, risikonya meliputi iritasi, ingrown hair, nyeri, bahkan luka jika tidak dilakukan dengan benar. Metode ini juga tidak mengurangi jumlah rambut dan berisiko memicu hiperpigmentasi pada kulit sensitif.
Epilator
Epilator adalah alat yang mencabut rambut satu per satu hingga ke akar. Menurut dr. Danar, nyeri yang ditimbulkan lebih ringan dibandingkan waxing. Kelebihannya: risiko iritasi lebih kecil, lebih terjangkau dibandingkan IPL, dan praktis digunakan di rumah. Kekurangannya: tetap berisiko ingrown hair, tidak mengurangi jumlah rambut, dan masih menimbulkan rasa sakit.
IPL Treatment
IPL (Intense Pulsed Light) menggunakan cahaya intensitas tinggi untuk merusak folikel rambut, sehingga pertumbuhan bulu melambat dan jumlahnya berkurang. “IPL bekerja dengan merusak folikel rambut seluruhnya, lebih minim infeksi dan ingrown hair, semakin lama digunakan jumlah rambut akan semakin berkurang dan tumbuhnya makin lambat,” jelas dr. Danar. Perawatan ini biasanya dilakukan di klinik dalam beberapa sesi. Kelebihannya: minim infeksi, ingrown hair, dan folikulitis; jumlah rambut berkurang; pertumbuhan melambat; nyeri minimal; dan dapat membantu memperbaiki tampilan ketiak yang menghitam. Kekurangannya: biaya lebih mahal, butuh beberapa sesi, dan risiko infeksi jika tidak dilakukan dengan tepat.
Untuk menjaga kesehatan kulit ketiak jangka panjang, dr. Arini merekomendasikan IPL Treatment sebagai metode yang paling ramah, asalkan dilakukan dengan indikasi dan teknik yang tepat. “Sebab, metode ini dapat mengurangi jumlah rambut, mengurangi frekuensi trauma akibat pencukuran atau pencabutan, serta menurunkan risiko ingrown hair dan folikulitis yang sering menjadi penyebab hiperpigmentasi,” ujarnya. IPL dengan sistem pendingin juga minim rasa nyeri, sehingga lebih nyaman dibandingkan waxing dan epilator. Meski demikian, setiap metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Artikel Terkait
Liburan Berdua Bukan Satu-satunya Kunci Harmonisasi Rumah Tangga
Giorgio Antonio Geram Sarwendah Dihujat: Sesama Wanita Jangan Saling Menjatuhkan
Menunggu Kepastian dalam Hubungan: Antara Cinta, Waktu, dan Arah yang Jelas
Mengapa Deep Talk dengan Orang Tua Terasa Begitu Sulit?