Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Rabu siang, gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai dua kilometer.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, peristiwa itu terjadi pada pukul 13.05 WIB. "Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Rabu, 01/07/2026, pukul 13:05 WIB," tulis keterangan resmi BPPTKG.
Awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimal 52,12 mm dengan durasi 171,16 detik. Material bergerak ke arah barat, menuju hulu Kali Sat atau Putih. "Estimasi jarak luncur 2.000 meter," terang BPPTKG.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih bertahan di level III atau siaga. Potensi bahaya dari status ini berupa guguran lava dan awan panas yang mengarah ke sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Artikel Terkait
Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer