Australia menjadi satu-satunya wakil Asia yang tersisa di Piala Dunia 2026 setelah Jepang tersingkir di babak 32 besar. Socceroos akan menghadapi Mesir di Stadion AT&T, Arlington, Dallas, dini hari nanti, dalam laga yang diprediksi berjalan sengit.
Delapan wakil Asia lainnya telah gugur di fase grup, membuat Australia mengemban misi menjaga harga diri benua. Meski tidak diperkuat nama-nama sebesar Mohamed Salah atau Omar Marmoush, Australia memiliki peluang untuk melanjutkan perjuangan.
Australia membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Turki, lalu kalah 0-2 dari tuan rumah Amerika Serikat. Hasil imbang tanpa gol melawan Paraguay di laga terakhir cukup membawa mereka lolos sebagai runner-up Grup D dengan empat poin, di bawah Amerika Serikat.
Ini bukan kali pertama Australia menembus babak gugur. Sebelumnya, mereka mencapai babak 16 besar pada 2006 dan 2022. Namun, dalam dua kesempatan itu, mereka selalu kalah. Pelatih Tony Popovic bertekad mengubah sejarah.
“Sekarang kami akan pergi ke Dallas dan mencoba melakukan sesuatu yang istimewa,” kata Popovic kepada AFP.
Tim muda Australia memiliki waktu seminggu untuk mempersiapkan diri. Popovic menekankan pentingnya waktu tersebut untuk menjaga kebugaran dan merancang strategi.
“Kami memiliki rencana yang baik untuk memastikan semua pemain dalam kondisi fit, siap, dan mampu menghasilkan performa yang luar biasa yang mungkin memberi kami kesempatan untuk melaju lebih jauh,” tegasnya.
Gelandang Jackson Irvine menyebut finis kedua di grup adalah pencapaian yang membanggakan. Namun, ia berharap timnya bisa membuat sejarah baru dengan meraih kemenangan pertama di fase gugur Piala Dunia.
“Ini (finis runner up) adalah sesuatu yang bisa kami banggakan. Sekarang kami ingin menjadi tim Australia pertama yang memenangkan pertandingan babak gugur di Piala Dunia,” ujar Irvine di situs FIFA.
Di sisi lain, Mesir juga memiliki ambisi besar. Tim Firaun belum pernah melaju melewati babak 16 besar sejak 1934 dan baru empat kali tampil di putaran final. Pelatih Hossam Hassan menyatakan kesiapan timnya.
“Kami mampu memainkan gaya sepak bola kami sendiri, beradaptasi, dan menghormati setiap lawan. Kami tidak akan takut pada siapa pun,” tegas Hassan di FIFA.com.
Mesir lolos sebagai runner-up Grup G tanpa kekalahan: imbang 1-1 dengan Belgia, menang 3-1 atas Selandia Baru, dan imbang 1-1 melawan Iran. Gelandang Mahmoud Saber mengatakan keberhasilan itu menunjukkan kesiapan tim, tetapi mereka tetap perlu mempelajari Australia.
“Kami akan mempelajari Australia dengan saksama dan kami akan berusaha untuk siap menghadapi pertandingan selanjutnya,” katanya.
Dari sisi cedera, Mesir masih menunggu perkembangan pemulihan Mohamed Salah, Hamdy Fathy, Hossam Abdelmaguid, Mohamed Abdelmonem, dan Ahmed El Fotouh. Ada harapan Salah bisa pulih tepat waktu. Namun, Mesir dipastikan kehilangan Mohanad Lasheen yang terkena akumulasi kartu kuning.
Sementara itu, Australia hanya tanpa Jacob Italiano dan Mathew Leckie yang cedera. Popovic kemungkinan akan menurunkan starter yang sama seperti saat melawan Paraguay.
Ini menjadi pertemuan kedua antara Australia dan Mesir. Sebelumnya, pada November 2010, Mesir menang 3-0 dalam laga persahabatan. Pemenang laga ini akan berhadapan dengan Argentina atau Tanjung Verde di babak 16 besar.
Prakiraan Pemain
Australia (3-4-3): Beach; Circati, Souttar, Herrington; Bos, O’Neill, Irvine, Behich; Volpato, Irankunda, Metcalfe
Mesir (4-2-3-1): Shobeir; Hany, Ibrahim, Rabia, Hafez; Ateya, Saber; Ziko, Salah, Ashour; Marmoush
Artikel Terkait
Swiss vs Aljazair di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Perebutan Tiket ke 16 Besar
Mikel Oyarzabal Jadi Mesin Gol Baru Spanyol di Piala Dunia 2026
Portugal Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia Lewat Gol Dramatis Injury Time
Australia Vs Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Duel Hidup Mati Tanpa Ruang untuk Salah Langkah