MUI Dorong Gerakan Akar Rumput Cegah LGBT, Tak Cukup Andalkan Fatwa

- Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50 WIB
MUI Dorong Gerakan Akar Rumput Cegah LGBT, Tak Cukup Andalkan Fatwa

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Metodologi, Buya Gusrizal Gazahar, menekankan pentingnya penguatan gerakan umat hingga ke daerah untuk mencegah penyimpangan seksual atau LGBT. Menurutnya, fatwa dan regulasi yang sudah dan sedang diupayakan harus diimbangi dengan gerakan masyarakat yang terorganisasi dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Buya Gusrizal saat menerima audiensi Forum Pondok Pesantren, Sekolah Islam, DKM se-Bogor Raya di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Ia menilai upaya MUI melalui Fatwa Nomor 57 Tahun 2014 dan dorongan regulasi bersifat top-down, sehingga perlu didukung gerakan bottom-up melalui koordinasi antarlembaga keumatan yang lebih aktif.

"Tadi saya dengar dengan MUI belum ada komunikasi yang aktif dan berbagai macam di tingkat daerah. Ini catatan kami," ujarnya.

Buya Gusrizal menilai siapa pun yang memiliki tujuan menjaga nilai-nilai Islam dan kemaslahatan umat perlu diberi ruang bergerak. Lahirnya berbagai forum dan kelompok masyarakat dinilai sebagai bagian dari penguatan gerakan dakwah, selama memiliki tujuan yang sama dan mampu membangun koordinasi.

Perkuat Ketahanan Keluarga

Selain koordinasi, Buya Gusrizal menekankan pentingnya membangun ketahanan keluarga sebagai benteng utama pencegahan penyimpangan seksual. Keluarga, menurutnya, adalah lingkungan pertama yang harus diperkuat melalui edukasi dan pembinaan berkesinambungan.

Ia juga mengusulkan pembentukan jaringan tokoh masyarakat yang lebih luas, tidak hanya dai dan ulama, tetapi juga tokoh adat dan unsur lainnya. Potensi itu perlu dihimpun menjadi kekuatan bersama dalam menjaga kehidupan sosial.

Buya Gusrizal mengingatkan agar dakwah pencegahan penyimpangan seksual dilakukan secara masif dan berkelanjutan. "Kita harus membuat jaringan itu. Yang ketiga dakwah masif. Jadi jangan hanya ketika MUI sekarang mengangkat semangat kita, kemudian suatu saat semangat itu turun. Ini kerja yang harus intensif," katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan, Prof. Utang Ranuwijaya, mengapresiasi langkah Forum Ponpes, Sekolah Islam, DKM se-Bogor Raya yang memperkuat pendekatan kultural. Menurutnya, konsolidasi internal di pondok pesantren, masjid, dan sekolah Islam perlu terus dilakukan agar seluruh elemen memiliki pemahaman yang sama. Ia juga mendorong perluasan gerakan ke berbagai daerah serta pengkajian strategi rehabilitasi.

Pertemuan diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap Forum Ponpes, Sekolah Islam, DKM se-Bogor Raya yang berisi dukungan terhadap penguatan edukasi, koordinasi, dan kebijakan dalam pencegahan penyimpangan seksual.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags