Siswa SMP di Lumajang Tewas Usai Dibully, Pelaku Marah Gegara Sampah Plastik

- Kamis, 02 Juli 2026 | 21:45 WIB
Siswa SMP di Lumajang Tewas Usai Dibully, Pelaku Marah Gegara Sampah Plastik

Seorang siswa SMP di Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah mengalami perundungan brutal di sekolah. Korban berinisial IL (16) mengembuskan napas terakhir di RSUD Haryoto pada Rabu (24/6/2026) akibat pendarahan otak parah di bagian belakang kepala.

Peristiwa itu terjadi pada 18 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di ruang kelas salah satu SMP swasta di Kecamatan Sukodono. Polisi baru menerima laporan resmi dari keluarga korban satu bulan kemudian, hanya beberapa jam sebelum IL meninggal.

"Sementara penganiayaan tersebut terjadi pada 18 Mei 2026 pukul 10.00 di ruang kelas di SMP , Sukodono," ujar Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, Kamis (2/7/2026).

Motif perundungan dipicu oleh hal sepele: sampah plastik di lantai kelas. Menurut Ahmad Dani, kakak korban, saat jam istirahat IL sendirian di kelas setelah mengerjakan ujian nasional. Dua pelaku berinisial D dan ARF yang bertugas piket kebersihan melihat sampah di bawah meja korban dan meminta IL membersihkannya. Korban menolak karena plastik itu bukan miliknya.

"Pas lagi jam istirahat adik saya di dalam kelas sendirian. Kemudian di bawah meja adik saya ada sampah plastik," kata Ahmad. "Kedua pelaku mengira itu sampah adik saya, akhirnya adik saya dipukuli di kelas."

Setelah pemukulan, IL mengirim pesan WhatsApp kepada kakaknya yang menyatakan dirinya terluka parah dan merasa hampir mati. Ipda Suprapto menjelaskan, pelaku D memukuli korban dengan tangan mengepal sebanyak tiga kali. Pukulan pertama mengenai dada, lalu pukulan berikutnya menghantam kepala belakang korban hingga membentur tembok.

"Atas peristiwa tersebut korban mengalami luka berdarah pada bagian bibir dan pusing kepala," imbuh Suprapto.

Keesokan harinya, Selasa (19/5/2026), pihak sekolah sempat memediasi perkara ini. Mediasi dipimpin kepala sekolah dan wali kelas, dihadiri perwakilan keluarga korban dan terlapor. Namun, kondisi korban terus memburuk. Kepala sekolah melihat IL semakin lemas dari hari ke hari.

Hingga pada Senin (23/6/2026), keadaan IL merosot drastis. Keluarga segera membawanya ke RSUD Haryoto. "Karena tidak pernah cerita ke orang tua, dan saya juga. Baru diketahui adanya pendarahan di kepala belakang setelah dibawa ke rumah sakit, dan korban meninggal dunia pada 24 Juni 2026," kata Dani.

Polisi telah mengamankan satu tersangka berinisial D. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain. "Atas kejadian tersebut petugas dari Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang melaksanakan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa tersebut. Terduga pelaku juga sudah diamankan," papar Ipda Suprapto.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags