Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti kondisi memprihatinkan petani Indonesia yang mayoritas kini tak lagi memiliki lahan sendiri. Dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (2/7/2026), ia mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen petani di tanah air telah berubah status menjadi buruh tani.
Zulhas membandingkan situasi ini dengan era Presiden Soeharto, di mana Indonesia dikenal sebagai negara yang hampir tidak pernah mengimpor bahan pangan. "Sekarang, beras, gula, bahkan kedelai untuk tempe dan tahu saja kita impor," ujarnya. Menurutnya, data Badan Pusat Statistik menunjukkan pergeseran drastis: pada tahun 2000-an, mayoritas petani masih memiliki kebun atau sawah sendiri, namun kini kondisi itu berbalik.
Ia menjelaskan penyebab utama fenomena ini adalah kebijakan yang tidak berpihak pada petani. "Inflasi dijaga, tapi yang jadi korban petani. Harga gabah tidak boleh lebih dari Rp5.000 per kilogram dengan kadar air 14-18 persen, akhirnya dibeli Rp4.000. Petani rugi terus, sawahnya dijual, jadilah buruh tani," paparnya.
Zulhas, yang mengaku berasal dari keluarga petani, berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan petani dan nelayan. Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo akan menjalankan amanat Undang-Undang Dasar dengan berpihak pada mereka. "Nanti inflasi tinggi, kita punya cara lain untuk mengatasi, tapi berpihak dulu. Itulah perintah konstitusi," tegasnya.
Artikel Terkait
Zulhas: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Off-Taker untuk Jamin Pasar Petani dan Nelayan
Zulkifli Hasan Cerita Gagal Masuk Kedokteran UI hingga Jualan Foto Bersama Tien Soeharto
Zulkifli Hasan Targetkan Indonesia Jadi Penghasil Ikan Terbesar Dunia
Kopdes Merah Putih Akan Jadi Pembeli Siaga Gabah dan Ikan Saat Harga Anjlok