Kopdes Merah Putih Akan Jadi Pembeli Siaga Gabah dan Ikan Saat Harga Anjlok

- Minggu, 28 Juni 2026 | 11:25 WIB
Kopdes Merah Putih Akan Jadi Pembeli Siaga Gabah dan Ikan Saat Harga Anjlok

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan bertindak sebagai pembeli siaga atau offtaker untuk gabah petani dan ikan tangkapan nelayan ketika harga di pasaran turun drastis. Langkah ini diambil untuk melindungi petani dan nelayan dari fluktuasi harga yang merugikan.

Zulhas, sapaan akrabnya, menyampaikan hal itu usai menghadiri jambore Aisyiyah di Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (27/6/2026). Ia menjelaskan bahwa ribuan koperasi desa tengah dipersiapkan dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

"Kok sekarang belum jalan (kopdes)? Memang belum jadi. Nanti perkiraan bulan Oktober baru akan ada manajer-manajernya dipersiapkan, sehingga diperkirakan akhir tahun sudah bisa berjalan sebagian ke kira-kira 36.000 (kopdes)," kata Zulhas.

Puluhan ribu manajer kopdes itu disiapkan agar program bantuan pemerintah bisa langsung menyentuh rakyat di level desa. Zulhas menekankan perbedaan kopdes dengan supermarket biasa.

"Koperasi desa itu beda dengan supermarket ya, kopdes itu adalah infrastruktur pemerintah. Dia nanti tugasnya membagi bantuan-bantuan pemerintah seperti bansos, PKH, alat-alat pertanian, nanti di koperasi itu," ujarnya.

Menurut Zulhas, 36 ribu kopdes itu punya tugas krusial sebagai offtaker atau pembeli siaga. Jika harga gabah di bawah harga acuan atau harga ikan terlalu murah, kopdes akan membeli hasil panen dan tangkapan tersebut. Selanjutnya, kopdes menjualnya ke Bulog untuk gabah, atau ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk ikan.

Zulhas menambahkan, pengaktifan 36 ribu koperasi desa ini beriringan dengan pembenahan internal di tubuh SPPG. Ia menyebut presiden telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang menyalahgunakan program rakyat.

"Setelah manajemennya diganti, ya, presiden kan sudah ambil tindakan tegas yang salah ya diproses hukum. Sekarang kita sedang membenahi agar program makan sangat sakral diperlukan rakyat itu bisa kita lanjutkan," kata dia.

"Kita fokus dulu yang 36 ribu (kopdes) itu, yang lainnya kita akan lihat nanti tahun depan," sambungnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags