Para pelaku merupakan anggota DI/TII dengan otak pembunuhan pimpinan pesantren di Bogor, H. Muhamad Bachrum.
Bung Besar lolos dari maut, namun dua anggota Detasemen Kawal Pribadi (DKP) presiden yakni Soedrajat dan Soesilo terluka. Korban lainnya yakni Ketua DPR Zainul Arifin yang saat itu berada di dekat Presiden pertama RI.
Kala itu, Bung Karno sedang berbaris melaksanakan ibadah salat Iduladha di lapangan rumput antara Istana Negara dan Istana Merdeka.
Namun, pada barisan keempat, seseorang melepaskan tembakan ke arah Bung Karno yang saat itu sedang sujud. Tembakan itu meleset karena pelaku melihat dua orang yang mirip dengan Bung Karno.
Peluru mengenai bahu Zainul Arifin dan dua anggota DKP. Keempat pelaku lalu dihukum mati dan H. Muhamad Bachrum di penjara seumur hidup.
Artikel Terkait
Fee Rp8 Miliar dan Potongan Pajak Rp60 Miliar di Balik OTT KPP Jakarta Utara
Minyak Venezuela: Ambisi AS yang Bisa Guncang Pasar Energi Global
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk
Elon Musk Gempur AI dengan Pusat Data Rp336 Triliun di Mississippi