Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi

- Sabtu, 11 April 2026 | 20:20 WIB
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi

Lonjakan harga energi global ternyata berdampak langsung ke sini, ke lapangan proyek-proyek konstruksi nasional. Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) angkat bicara. Mereka menyoroti betapa beratnya tantangan yang kini menghadang sektor jasa konstruksi, tak cuma karena biaya operasional yang melambung, tapi juga dinamika kebijakan pengadaan pemerintah yang kerap berubah.

Andi Rukman Nurdin Karumpa, Ketua Umum Gapensi, tak menampik fakta itu. Menurutnya, kenaikan harga energi jadi pendorong utama membengkaknya biaya konstruksi belakangan ini. Situasinya cukup serius.

“Dalam periode Februari hingga April 2026, kami melihat kenaikan biaya konstruksi dapat mencapai 3 persen hingga 8 persen, dan berpotensi meningkat lebih tinggi apabila kondisi ini berlanjut,”

ujarnya dalam sebuah keterangan resmi yang dirilis Sabtu (11/4/2026).

Ambil contoh harga solar industri. Dari yang sebelumnya cuma Rp18.000-Rp20.000 per liter, kini melonjak ke kisaran Rp21.000-Rp23.000. Efek domino pun tak terhindarkan. Harga material krusial seperti aspal, semen, dan baja ikut terdongkrak naik. Imbasnya, hitung-hitungan proyek yang sudah direncanakan bisa buyar seketika.

Di sisi lain, Gapensi juga menyuarakan kekhawatiran lain. Sekretaris Jenderal mereka, La Ode Safiul Akbar, menitikberatkan soal risiko kerugian besar yang bakal ditanggung kontraktor. Itu terjadi jika tidak ada penyesuaian harga pada proyek-proyek yang sedang berjalan.

“Kami meminta agar proyek yang belum berkontrak diberikan ruang untuk penyesuaian harga agar pelaku usaha tidak menanggung beban biaya yang tidak sesuai dengan kondisi riil saat ini,”

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar