1.700 Penumpang dan Kru Kapal Pesiar Dikarantina di Prancis Akibat Dugaan Wabah Norovirus

- Rabu, 13 Mei 2026 | 19:51 WIB
1.700 Penumpang dan Kru Kapal Pesiar Dikarantina di Prancis Akibat Dugaan Wabah Norovirus

Lebih dari 1.700 penumpang dan awak kapal pesiar terpaksa menjalani karantina di pelabuhan Bordeaux, Prancis, setelah seorang penumpang lanjut usia meninggal dunia akibat dugaan kuat terinfeksi Norovirus. Insiden ini menjadi sorotan otoritas kesehatan setempat yang bergerak cepat mengisolasi kapal guna mencegah penyebaran lebih luas.

Kapal pesiar Ambassador tiba di pelabuhan Bordeaux pada Selasa (12/5/2026) dengan membawa 1.233 penumpang, mayoritas berasal dari Inggris dan Irlandia. Dalam perjalanan tersebut, seorang penumpang berusia 90 tahun dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 50 orang lainnya menunjukkan gejala infeksi Norovirus. Otoritas kesehatan Prancis langsung mengambil tindakan karantina terhadap seluruh penumpang dan kru yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.700 orang.

Rute pelayaran kapal tersebut tercatat berangkat dari Kepulauan Shetland pada 6 Mei, kemudian singgah di Belfast, Irlandia Utara; Liverpool, Inggris; dan Brest, Prancis, sebelum akhirnya berlabuh di Bordeaux. Kapal sedianya akan melanjutkan perjalanan menuju Spanyol, namun rencana itu dibatalkan dan seluruh penumpang dievakuasi di Bordeaux untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Norovirus dikenal sebagai penyebab nomor satu viral gastroenteritis akut di dunia. Virus ini sangat menular dan terkadang berakibat fatal, menginfeksi sekitar 685 juta orang setiap tahun secara global. Berbeda dengan virus corona penyebab pandemi Covid-19 yang menular melalui droplet pernapasan, Norovirus menyebar melalui kontak langsung dengan kotoran orang yang terinfeksi.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden kesehatan di kapal pesiar global, menyusul sebelumnya kasus Hantavirus yang terjadi di kapal MV Hondius. Otoritas kesehatan internasional terus memantau situasi dan mengimbau operator kapal untuk memperketat protokol kebersihan guna mencegah wabah serupa di masa mendatang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar