Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kunjungan tim peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR dari SMAN 1 Pontianak di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Pertemuan yang berlangsung tertutup selama satu jam itu dihadiri oleh sejumlah siswa, termasuk Josepha Alexandra yang akrab disapa Ocha, yang beberapa waktu lalu viral karena berani mengoreksi keputusan dewan juri dalam ajang serupa.
Ocha mengaku bangga dan terharu bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden. Ia menyebut pertemuan itu menjadi penyemangat bagi dirinya dan rekan-rekannya untuk terus berprestasi.
“Pastinya perasaan saya sangat senang karena diundang oleh Wakil Presiden Indonesia dan ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang,” ujar Ocha.
Menurut Ocha, rombongannya berangkat dari Pontianak menuju Jakarta sejak Selasa (12/5) pukul 17.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Gibran memberikan motivasi agar para siswa terus belajar dan berprestasi. Tidak hanya itu, Wakil Presiden juga membagikan sejumlah kiat tentang teknik berbicara di depan umum dan cara berdebat yang baik.
“Tadi kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk public speaking atau untuk berdebat di muka umum,” sambung Ocha.
Nama Ocha menjadi sorotan publik setelah ia berani menyampaikan protes dalam LCC Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, terlihat Ocha mempertanyakan keputusan dewan juri yang memberikan nilai berbeda untuk jawaban yang nyaris sama dari dua kelompok peserta. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima, sementara Grup B dari SMAN 1 Sambas diberi nilai sepuluh oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Juri beralasan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas, meskipun peserta lain menyampaikan substansi yang serupa.
Sementara itu, MPR RI telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara dalam kegiatan LCC tersebut. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas ramainya pemberitaan di media sosial terkait ketidaksesuaian penilaian. MPR juga berencana mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan lomba cerdas cermat tersebut.
Artikel Terkait
40 Perusahaan Baja China Berkomitmen Penuhi Kewajiban Pajak Usai Didatangi Tim Gabungan DJP dan Bea Cukai
Hari Pertama Libur Panjang, KAI Catat 685.933 Tiket Kereta Terjual
PLIN Fokus Revitalisasi Aset Utama untuk Dongkrak Kinerja pada 2026
PLN Luncurkan Kampanye Green Future Powered Today, Tukar Poin Naik MRT dan Bus Listrik dengan Voucher Listrik