Kemenangan besar atas Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, belum sepenuhnya mengamankan posisi Persib Bandung dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Meski sukses membalikkan keadaan dengan skor 2-1, Maung Bandung masih menghadapi tantangan berat yang justru mengintai di pertandingan berikutnya. Fokus skuad asuhan Bojan Hodak kini mulai beralih ke laga kontra PSM Makassar, dan pertandingan itu berpotensi menjadi batu sandungan yang berbahaya.
Dua gol Adam Alis menjadi penentu kebangkitan Persib setelah sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Alaaeddine Ajaraie. Kemenangan ini memang mempertegas konsistensi tim di papan atas klasemen. Namun, di balik euforia kemenangan dalam laga El Clasico Indonesia tersebut, tekanan sesungguhnya belum benar-benar hilang. Dua pertandingan terakhir musim ini kerap menjadi fase paling krusial sekaligus paling rawan dalam perebutan gelar.
Momentum kemenangan besar kadang menghadirkan rasa nyaman yang berlebihan, dan situasi itulah yang coba dihindari Persib. Adam Alis sendiri mengingatkan bahwa hasil positif atas Persija tidak akan berarti banyak jika timnya gagal menjaga fokus pada laga berikutnya.
“Yang paling penting kami bisa mendapatkan tiga poin,” ujar Adam usai pertandingan.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa ruang ganti Persib memahami satu hal mendasar: musim belum selesai. Lawan yang menanti bukanlah tim yang bisa dianggap enteng. PSM Makassar memang baru saja dipastikan aman dari ancaman degradasi setelah hasil imbang Persis Solo melawan Persebaya Surabaya. Namun, situasi itu justru bisa membuat Pasukan Ramang bermain jauh lebih lepas dan tanpa tekanan.
Kondisi psikologis seperti ini kerap berbahaya bagi tim lawan. PSM mungkin menjalani musim yang inkonsisten, tetapi mereka tetap memiliki kualitas individu dan pengalaman menghadapi pertandingan besar. Skuad asuhan Bernardo Tavares dikenal kerap tampil berbeda ketika berhadapan dengan tim papan atas. Saat tekanan degradasi masih membayangi, PSM sering terlihat bermain hati-hati dan kurang berani mengambil risiko. Kini, setelah keselamatan mereka dipastikan, situasi psikologis bisa berubah total. Pasukan Ramang memiliki kebebasan bermain tanpa beban, dan itu bisa membuat pertandingan berubah menjadi sangat sulit bagi Persib.
Secara historis, laga melawan PSM selalu memiliki tensi tinggi. Atmosfer pertandingan yang besar, duel lini tengah yang keras, hingga tekanan dari suporter sering membuat pertandingan berjalan emosional. Bagi Persib, ancaman terbesar bukan hanya kualitas individu lawan, melainkan kemungkinan kehilangan fokus setelah kemenangan emosional atas Persija. Fenomena seperti ini kerap terjadi dalam perebutan gelar liga: sebuah kemenangan besar menghadirkan ledakan euforia, lalu pertandingan berikutnya justru menjadi titik kehilangan momentum.
Karena itu, laga melawan PSM berpotensi menjadi antiklimaks yang menentukan arah akhir musim Persib Bandung. Jika mampu menjaga intensitas dan mentalitas, Persib bisa semakin dekat menuju trofi. Namun jika lengah, PSM Makassar berpotensi menjadi batu sandungan besar di saat yang tidak terduga. Di fase akhir kompetisi seperti sekarang, satu kehilangan fokus kecil saja bisa mengubah seluruh cerita perburuan gelar.
Artikel Terkait
Polisi Tahan Pria di Sinjai Diduga Cabuli Remaja 15 Tahun, Adiknya Jadi Tersangka Anak
Xi Jinping: Hubungan AS-Tiongkok Harus Berlandaskan Kemitraan, Bukan Persaingan
Polisi Bantah Kaitan Penemuan Jasad Remaja di Karawang dengan Bentrokan Suporter, Ungkap Motif Perampokan
Polisi Filipina Tangkap Satu Tersangka Baku Tembak di Gedung Senat, Senator Buronan ICC Berlindung di Dalam