Seorang tersangka berhasil diamankan Kepolisian Filipina menyusul insiden baku tembak yang mengguncang Gedung Senat di Manila, Rabu (13/5) malam waktu setempat. Peristiwa itu terjadi saat aparat berupaya menangkap Senator Ronald Dela Rosa, mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina yang kini menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Dela Rosa, yang memimpin kepolisian nasional pada era mantan Presiden Rodrigo Duterte, masuk dalam daftar pengejaran ICC atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Surat perintah penangkapan yang sama juga menyeret Duterte sebagai tersangka utama. Untuk menghindari proses hukum, Dela Rosa memilih berlindung di dalam kompleks Senat Filipina.
Ketegangan memuncak ketika petugas keamanan Senat melepaskan tembakan peringatan ke arah sejumlah pria bersenjata tak dikenal yang naik ke tangga gedung. Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Victor Remulla, mengonfirmasi bahwa pria-pria tersebut kemudian membalas dengan melepas tembakan ke udara sebelum melarikan diri.
Sejumlah senator yang berada di dalam gedung, termasuk Dela Rosa, segera membentengi diri di dalam kantor masing-masing saat insiden berlangsung. Beruntung, baku tembak tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Hingga saat ini, otoritas Filipina masih menyelidiki peristiwa tersebut. Jumlah pasti tersangka yang terlibat dalam aksi penembakan di Gedung Senat belum dapat dipastikan. Juru Bicara Kepolisian Nasional Filipina, Brigadir Jenderal Randulf Tuano, menyatakan bahwa satu orang tersangka ditangkap di lokasi kejadian, tepatnya di lantai dua gedung Senat.
Artikel Terkait
Mengapa Sumatera Barat Berbeda: Analisis Kemenangan Anies di Ranah Minang
Pemerintah Alokasikan 80 Persen Beasiswa LPDP untuk Bidang STEM dan Industri Strategis Mulai 2026
All-Stars Kudus Juara MilkLife Soccer Challenge 2026, Enam Pemain Berbagi Gelar Top Skor
Film Cerita Lila Tembus 650 Ribu Penonton, Produser Siapkan Investasi Rp 1,7 Triliun