Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Kabupaten Semarang, BMKG Rilis Data Berbeda dengan Lokasi Pangandaran

- Senin, 27 April 2026 | 10:00 WIB
Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Kabupaten Semarang, BMKG Rilis Data Berbeda dengan Lokasi Pangandaran

JAKARTA Senin pagi, tepatnya pukul 08:56 WIB, warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dikejutkan oleh getaran gempa bumi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatannya di angka Magnitudo 2,5. Lumayan kecil sih, tapi tetap bikin deg-degan bagi yang merasakannya.

Menurut data yang dirilis BMKG, pusat gempa ini berada di kedalaman 31 kilometer. Tapi, ada sedikit keanehan di sini. Dalam rilis yang sama, mereka juga menyebutkan episenter gempa terletak di koordinat 10.01° Lintang Selatan dan 107.14° Bujur Timur. Itu artinya, lokasinya sekitar 297 kilometer arah barat daya Pangandaran. Nah, yang bikin agak membingungkan, kedalaman yang disebutkan untuk titik itu cuma 10 km. Jadi, mana yang benar? Mungkin ini efek dari data yang masih mentah.

Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan keterangan resmi yang lebih spesifik. Bunyinya begini:

“Gempa Mag:2.5, 27-Apr-2026 08:56:13WIB, Lok:7.12LS, 110.23BT (19 km BaratLaut KAB-SEMARANG-JATENG), Kedlmn:31 Km.”

Nah, dari situ jelas bahwa gempa benar-benar terjadi di darat, tepatnya 19 kilometer barat laut Kabupaten Semarang. Jadi, mungkin data soal Pangandaran tadi adalah kesalahan teknis atau rilis untuk kejadian lain. Agak campur aduk memang.

Yang jelas, BMKG sendiri sudah memberi semacam peringatan. Mereka bilang informasi ini masih mengutamakan kecepatan. Artinya, data bisa berubah begitu ada analisis lebih lanjut. Istilah kerennya sih disclaimer.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis mereka.

Jadi buat warga Semarang dan sekitarnya, tetap tenang aja dulu. Belum ada laporan soal kerusakan atau korban. Tapi ya, tetap waspada, karena gempa kecil kadang jadi pertanda sesuatu yang lebih besar atau bisa juga cuma teguran kecil dari alam.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags