Trump Angkat Bicara soal Penembakan di Acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Pelaku Diduga Targetkan Presiden

- Senin, 27 April 2026 | 05:45 WIB
Trump Angkat Bicara soal Penembakan di Acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Pelaku Diduga Targetkan Presiden

Washington Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, angkat bicara soal insiden penembakan yang mengguncang acara makan malam koresponden Gedung Putih. Menurutnya, pelaku yang nekat menerobos pengamanan itu sempat menulis semacam manifesto.

Para penyelidik masih bekerja keras. Mereka memeriksa tulisan-tulisan dan barang bukti lain untuk mencari tahu apa motif di balik serangan ini. Yang jelas, sasarannya diduga kuat mengarah ke presiden dan para pembantu utamanya.

Sebelum aksi terjadi, si tersangka sempat kirim pesan ke kerabatnya. Isinya? Kecaman keras terhadap kebijakan pemerintahan Trump. Bahkan, ada semacam isyarat bahwa dia berniat melakukan kekerasan. Ini diungkap oleh seseorang yang tahu persis jalannya penyelidikan. Di kamar hotelnya, polisi juga menemukan tulisan-tulisan lain dengan nada serupa.

Trump sendiri tidak mau memberi detail soal isi manifesto itu. Ia cuma menyebutnya begitu dalam wawancara dengan Fox News. Tapi, penjabat Jaksa Agung, Todd Blanche, bicara lebih banyak ke NBC. Katanya, dari pengumpulan bukti awal, "ada beberapa tulisan" yang ditemukan. Blanche juga bilang, dari pemeriksaan awal, target serangan itu kemungkinan besar termasuk anggota pemerintahan dan presiden sendiri.

Pelaku sudah diidentifikasi. Namanya Cole Tomas Allen, usia 31 tahun, asal Torrance, California. Penegak hukum yang ngomong dengan syarat anonim bilang begitu. Ia ditangkap setelah polisi mengaku kalau dia menerobos pos pemeriksaan keamanan. Lalu terjadi baku tembak di dalam Washington Hilton, Sabtu malam.

Malam itu juga, aparat federal di pinggiran Los Angeles mengepung sebuah rumah dua lantai. Catatan menunjukkan Allen tinggal di sana. Warga sekitar berkumpul di trotoar yang gelap. Suasana mencekam. Helikopter polisi berputar-putar di atas, sementara kendaraan penegak hukum dengan lampu merah-biru yang berkedip-kedip memblokir jalan.

Kepala polisi Washington sementara, Jeffery W. Carroll, ngasih tahu wartawan bahwa tersangka bersenjata lengkap: pisau, senapan, dan pistol. Blanche menambahkan, senjata api yang dibawa Allen itu dibelinya "dalam beberapa tahun terakhir." Dan menariknya, ia sudah menginap di Hilton tempat yang sama di mana Trump, pejabat tinggi, dan ratusan jurnalis berkumpul malam itu.

Soal keamanan, ada yang janggal. Tidak ada detektor logam di pintu masuk hotel. Perimeter baru dipasang lebih dekat ke ballroom. Tapi Blanche membela pengamanan acara. Katanya, "Sistemnya berfungsi. Kami aman. Presiden Trump aman." Ia sendiri ikut hadir di makan malam itu. Pernyataan ini dikutip dari The New York Times, Senin 27 April 2026.

Blanche juga ngasih gambaran perjalanan tersangka. "Allen naik kereta api dari Los Angeles ke Chicago, lalu ke Washington. Dia check-in di Hilton satu atau dua hari sebelum acara makan malam," ujarnya.

Para pejabat menyebut, Allen bakal didakwa dengan penggunaan senjata api saat kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya. Ada kemungkinan dakwaan tambahan. Jeanine Pirro, jaksa AS untuk Distrik Columbia, bilang tersangka diperkirakan akan dihadapkan ke pengadilan federal pada Senin waktu setempat.

Peristiwa ini kembali mengingatkan kita pada kekerasan politik di Amerika. Juga soal keamanan Trump salah satu presiden yang paling sering jadi sasaran dalam sejarah. Tahun 2024 lalu, ia kena peluru dalam upaya pembunuhan di kampanye Pennsylvania. Beberapa bulan kemudian, ia dilarikan ke tempat aman saat seorang agen federal menembak pria bersenjata di klub golfnya di Florida.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar