JAKARTA – Suasana hangat dan penuh tawa memenuhi Menara BNI Jakarta beberapa waktu lalu. Lebih dari 800 alumni Universitas Airlangga (Unair) yang kini tersebar di Jabodetabek berkumpul dalam satu acara: silaturahmi akbar bertajuk “Ksatria Airlangga Reconnect: Bridge the Gap, Empower the Future”.
Ini bukan sekadar halal bi halal biasa. Acara yang digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unair wilayah DKI Jakarta itu memang dirancang sebagai ruang strategis. Bukan cuma untuk reuni dan saling sapa, tapi juga untuk memperkuat jejaring. Harapannya? Kolaborasi yang lahir dari sini bisa berdampak nyata baik untuk karier masing-masing maupun untuk masa depan bersama.
Ramdan Denny Prakoso, Ketua IKA Unair DKI Jakarta, bicara soal pentingnya menjaga konektivitas. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota yang serba cepat, katanya, momen seperti ini harus dimanfaatkan. Bukan cuma untuk bernostalgia, tapi juga untuk memulai kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang.
“Kegiatan Halal Bihalal dan Reuni ini diharapkan dapat menjalin hubungan yang semakin erat dan harmonis di antara kita semua,” ujar Denny dalam sambutannya, Minggu (26/4/2026). “Semoga pertemuan ini membawa keberkahan dalam setiap langkah kita ke depan, baik secara personal maupun profesional.”
Di sisi lain, acara juga punya sesi yang agak berbeda. Ada forum yang disebut Bincang Bintang Alumni. Beberapa tokoh sukses lulusan Unair dihadirkan ke panggung. Mereka berbagi cerita, pengalaman, dan pandangan soal tantangan global yang makin kompleks. Diskusinya cukup cair tidak terlalu kaku, tapi tetap berbobot. Banyak peserta yang tercatat antusias, apalagi saat sesi tanya jawab dibuka.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, forum itu jadi ruang inspiratif. Para alumni saling bertukar gagasan, kadang malah berlanjut ke obrolan santai di luar panggung. Suasananya terasa hidup, seperti pertemuan keluarga besar yang lama tak jumpa.
Nah, yang bikin acara makin berkesan adalah kejutan di penghujung. Grup band legendaris Indonesia, PADI Reborn, tampil sebagai penampil utama. Begitu mereka naik panggung, suasana langsung berubah. Yang tadinya formal dan penuh sesi diskusi, tiba-tiba terasa seperti konser nostalgia.
Mereka membawakan lagu-lagu hits seperti “Begitu Indah”, “Sobat”, “Harmony”, “Maha Dewi”, hingga “Kasih Tak Sampai”. Beberapa dari lagu itu, kata para personel, diciptakan saat mereka masih kuliah di Unair Surabaya. Jadi, wajar kalau penampilan mereka terasa personal dan penuh emosi.
Alhasil, malam itu bukan cuma soal reuni atau networking. Ada kehangatan yang terasa nyata campuran antara kebanggaan sebagai alumni dan kenangan masa lalu yang manis. Dan mungkin, itulah yang membuat acara seperti ini terasa berbeda. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar perayaan kebersamaan.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds 1-0, Lolos ke Final FA Cup 2026
Trump: Pelaku Penembakan di Gedung Putih Tulis Manifesto Kebencian terhadap Kristen
Afrika vs Asia di Piala Dunia: Persaingan Ketat Tanpa Dominasi Jelang 2026
Mensos Gus Ipul Ancam Pecat Pendamping PKH yang Main-Main dengan Bansos