Pemprov Riau Bentuk Satgas Anti-Narkoba, Tangani Peredaran yang Sudah Masuk Darurat

- Sabtu, 25 April 2026 | 22:40 WIB
Pemprov Riau Bentuk Satgas Anti-Narkoba, Tangani Peredaran yang Sudah Masuk Darurat

PEKANBARU Suasana di halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu pagi (25/4/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar apel biasa. Ada semacam ketegangan yang sengaja dibungkus rapi dengan barisan seragam. Pemerintah Provinsi Riau, bersama TNI dan Polri, secara resmi mengumumkan pembentukan Satgas Anti-Narkoba. Langkah ini bukan tanpa alasan ancaman peredaran narkotika di daerah itu, kata mereka, sudah masuk tahap darurat.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, tidak main-main dalam pernyataannya. Menurut dia, persoalan ini sudah melampaui batas wilayah. Bukan lagi urusan lokal, melainkan sudah menjadi jaringan lintas negara.

“Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara. Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas dan menyelamatkan masyarakat Riau,” ujarnya tegas di hadapan para peserta apel.

Ia menambahkan, kondisi seperti ini butuh respons yang tidak biasa. Harus ada langkah konkret, dan yang paling penting kolaboratif. Bukan kerja sendiri-sendiri.

Di sisi lain, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan punya pandangan serupa. Ia menyebut pembentukan satgas ini sebagai bentuk penguatan sinergi antarinstansi. Bukan sekadar seremoni. Menurutnya, kasus yang pernah terjadi di Panipahan harus dijadikan pelajaran. Itu alarm. Bukan cuma soal pelanggaran hukum, tapi juga soal keamanan dan ketertiban masyarakat secara luas.

“Ini adalah jawaban konkrit atas keresahan masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba. Seluruh kekuatan yang ada hari ini kita konsolidasikan untuk bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi,” kata Herry.

Ia juga menegaskan, tidak ada ruang untuk bandar atau pengedar. Penindakan akan dilakukan tegas. Tanpa kompromi. Tapi dan ini penting mereka sadar bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Pendekatan pencegahan juga harus diperkuat. Salah satunya lewat program berbasis masyarakat.

“Kampung bersinar dan kampung tangguh anti narkoba menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan masyarakat ikut terlibat aktif dalam pencegahan,” ujar Herry.

Ia lalu menutup dengan pernyataan yang cukup menohok. Menurutnya, perang melawan narkoba pada akhirnya adalah soal masa depan. Bukan hanya tugas aparat. Ini kerja bersama. Negara hadir, tapi masyarakat juga harus bergerak.

“Melawan narkoba adalah menjaga masa depan. Ini kerja bersama, negara hadir dan masyarakat harus bergerak bersama,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar