Washington DC – Kalau ngomongin duel Afrika lawan Asia di Piala Dunia, biasanya langsung kebayang laga-laga sengit yang gak jarang bikin penonton deg-degan. Gol demi gol, saling kejar, kadang berakhir dengan skor gila-gilaan. Maklum, dua kawasan ini punya gaya main yang kontras, tapi justru itu yang bikin seru.
Menurut catatan dari lima edisi terakhir Piala Dunia, ada 16 pertandingan yang mempertemukan wakil Afrika dan Asia. Total gol yang tercipta? 46. Lumayan banyak. Tapi yang menarik, keseimbangan. Gak ada yang benar-benar mendominasi. Masing-masing kawasan sama-sama mengoleksi lima kemenangan. Sisanya, enam laga, berakhir imbang.
Jadi ya, statistik ini bilang satu hal: persaingan mereka benar-benar ketat. Bukan cuma soal angka, tapi juga drama.
Beberapa laga bahkan sampai sekarang masih diingat orang. Misalnya duel Tunisia lawan Arab Saudi di 2006 yang berakhir 2-2. Atau Nigeria vs Korea Selatan di 2010, skornya sama. Lalu ada Korea Selatan vs Aljazair di 2014, yang malah jadi pesta gol buat Aljazair mereka menang 4-2. Belum lagi Jepang vs Senegal di 2018, imbang 2-2 dengan tempo cepat. Dan yang terbaru, Ghana mengalahkan Korea Selatan 3-2 di 2022.
Nah, untuk Piala Dunia 2026 nanti, persaingan ini udah bisa diprediksi bakal panas lagi. Sejak fase grup aja, sudah ada tujuh pertandingan yang mempertemukan tim Afrika dan Asia. Daftarnya begini: Tunisia vs Jepang, Yordania vs Aljazair, Afrika Selatan vs Korea Selatan, Mesir vs Iran, Tanjung Verde vs Arab Saudi, Senegal vs Irak, dan Republik Demokratik Kongo vs Uzbekistan.
Dengan sejarah yang cukup berimbang, laga-laga ini punya potensi besar buat ngasih kejutan. Bisa dibilang, ini juga jadi semacam barometer buat ngukur sejauh mana perkembangan sepak bola di dua kawasan tersebut. Apakah Afrika mulai menjauh? Atau Asia justru menyusul? Kita lihat aja nanti.
Artikel Terkait
AC Milan vs Juventus Imbang 0-0, Persaingan Tiket Liga Champions Makin Ketat
PSM Makassar Waspadai Gempuran Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi
Kemenperin Genjot Hilirisasi Baja Lewat IKM Perkakas Tangan, Targetkan Substitusi Impor
Penembakan di Jamuan Makan Gedung Putih, Pelaku Incar Trump dan Pejabat AS