Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa 7 Jam di Polda Metro Jaya Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group

- Kamis, 11 Juni 2026 | 08:45 WIB
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa 7 Jam di Polda Metro Jaya Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group

Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma International, atau yang dikenal sebagai Hanania Group. Keduanya menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam di Polda Metro Jaya.

Usai pemeriksaan, kuasa hukum Thariq dan Aaliyah, Sangun Ragahdo, membantah kabar yang menyebut bahwa kliennya berangkat umrah secara gratis pada akhir tahun 2025. Menurut Sangun, sejak awal Thariq dan Aaliyah tidak berniat menerima fasilitas gratis. Bahkan, keduanya beberapa kali menolak tawaran kerja sama yang tidak melibatkan pembayaran dari pihak mereka.

“Saya melihat ada yang bilang ternyata selama ini Thariq dan Aaliyah umrah ini tidak bayar. Oh tidak. Justru yang kemarin itu yang sudah berapa kali di-approach mereka tidak mau karena mereka mau bayar,” ujar Sangun kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Dalam perjalanan umrah tersebut, total delapan orang tergabung dalam rombongan Thariq. Hanya sebagian kecil yang mendapatkan fasilitas dari kerja sama promosi, sementara sisanya membayar biaya perjalanan secara mandiri. Sangun menyebutkan, jumlah uang yang telah dibayarkan Thariq kepada Hanania mencapai ratusan juta rupiah.

“Pembayaran dari Thariq pun ini tidak sedikit. Kami telah membayar kepada Hanania itu mencapai hampir Rp170 juta, Rp160 juta sekian, itu di luar biaya-biaya untuk di sana seperti makan, bayar mutawif, dan lain sebagainya,” ucap Sangun.

Sangun menambahkan, kerja sama yang terjalin antara Thariq dan Aaliyah dengan Hanania bersifat barter promosi. Sebagai imbalannya, Thariq dan Aaliyah diminta membantu publikasi melalui media sosial. “Thariq ini diberikan benefit dalam tanda kutip, Thariq dan Aaliyah mendapatkan benefit itu adalah untuk diberangkatkan untuk Thariq, Aaliyah, dan Arash,” ungkapnya.

Untuk memperkuat keterangan tersebut, pihak Thariq telah menyerahkan berbagai dokumen kepada penyidik, termasuk bukti transfer dan invoice pembayaran. “Tadi sudah kami berikan semua buktinya dan semua sudah dicatat, dimasukkan ke BAP juga,” kata Sangun.

Thariq, usai diperiksa, mengaku prihatin atas nasib para jemaah yang menjadi korban dalam kasus ini. Ia menilai kerugian yang dialaminya tidak sebanding dengan penderitaan para korban yang gagal berangkat ibadah ke tanah suci. “Tidak ada (kerugian yang) sebanding dengan kerugian para korban yang ada,” tutup Thariq.

Sementara itu, sebelumnya penyidik telah memeriksa selebgram Keanu Angelo. Usai diperiksa, Keanu mengaku terlibat kerja sama dengan pihak Hanania, namun ia membantah adanya aliran dana yang ia terima. Terkait kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional atau Hanania Group berinisial ASFR sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah. Pihak kepolisian masih terus mendalami aliran dana dari Hanania Group.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar