Di tengah hiruk-pikuk ketegangan geopolitik dan gejolak ekonomi global, Indonesia rupanya masih memesona. Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dengan tegas menyatakan bahwa minat investor dunia terhadap Tanah Air tak juga surut. Pernyataan ini ia sampaikan usai melaporkan perkembangan realisasi investasi kuartal pertama 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (22/4) lalu.
Menurut Rosan, berbagai dinamika global yang mencemaskan itu konflik di sana-sini, ketidakpastian pasar nyatanya tidak mengikis ketertarikan para pemodal. Justru sebaliknya.
“Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik,”
begitu penegasannya.
Optimisme itu bukan tanpa dasar. Rosan menyitir serangkaian kunjungan kerja yang baru saja dilakukan, bersama Presiden Prabowo, ke sejumlah negara. Dari Singapura, China, Korea Selatan, hingga Jepang. Dalam setiap forum, baik yang besar maupun pertemuan tertutup, pesan yang diterima sama: Indonesia masih menjadi primadona.
Dan itu bukan sekadar wacana. Komitmen nyata sudah berdatangan. Dari Jepang, potensi investasinya mengerucut di angka hampir 30 miliar dolar AS. Korea Selatan menyusul dengan komitmen sekitar 10 miliar dolar AS. Sementara dari China, arus investasi disebut tetap deras dan konsisten.
Di sisi lain, tren menggembirakan ini sejalan dengan target pemerintah yang memang ambisius. Kalau dalam sepuluh tahun sebelumnya (2014-2024) realisasi investasi menyentuh Rp9.100 triliun, maka untuk lima tahun ke depan (2025-2029), targetnya melonjak jadi lebih dari Rp13.000 triliun. Lonjakannya memang curam.
Namun begitu, Rosan tampak percaya diri. “Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga,” ujarnya menutup pembicaraan.
Nada yang terdengar adalah keyakinan. Sebuah keyakinan bahwa di tengah dunia yang bergejolak, Indonesia masih punya magnet kuat untuk menarik para pemodal global.
Artikel Terkait
Universitas Terbuka Buka 37 Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Pendaftaran hingga 25 April 2026
Petugas Gabungan Tangkap 217 Kg Ikan Sapu-Sapu di Waduk Bojong dan Kali Pesanggrahan Jakarta Barat
Manchester United Dekati Zona Liga Champions, Carrick Enggan Bicara Kontrak
Polisi Bekuk Empat Begal di Gunung Sahari, Sita Celurit dan Dua Motor