Persib Bandung memang masih memuncaki klasemen. Tapi, jangan salah, tekanan justru ada di pundak mereka. Borneo FC yang membayangi dari posisi kedua sedang panas-panasnya dan bertekad penuh untuk merontokkan sang pemuncak dalam perebutan gelar Super League 2025-2026 ini.
Mariano Peralta, sang gelandang, sudah menyuarakannya dengan jelas. Bagi Pesut Etam, tujuh laga sisa musim ini adalah tujuh final yang harus dimenangkan. Tidak ada kompromi.
“Sekarang sudah ada tujuh pertandingan final yang menanti,” tegas Peralta.
“Apabila kami mampu memenangkan semuanya, maka tim ini akan ada di tujuan yang diharapkan.”
Ia juga tak lupa menyebut peran suporter. “Selain itu kami sangat merasakan bagaimana dukungan dari fans begitu luar biasa,” tambahnya, seperti dikutip dari laman resmi kompetisi, Rabu lalu.
Memang, situasinya cukup menegangkan. Dari 27 pertandingan, Borneo sudah mengumpulkan 60 poin. Mereka cuma terpaut empat angka dari Persib. Dengan tujuh laga tersisa, hitungan matematisnya sederhana: Borneo harus menang total dan berharap tim-tim yang dihadapi Persib bisa menjadi batu sandungan.
Jalur menuju titel itu jelas tidak mudah. Borneo masih harus berhadapan dengan tim-tim tangguh seperti PSM Makassar, Bali United, juga lawan-lawan lain seperti Semen Padang dan Persik Kediri. Tapi, menurut sejumlah pengamat, jadwal Persib justru terlihat lebih berliku. Mereka akan berjumpa dengan rival abadi Persija Jakarta, menghadapi Arema FC yang selalu sulit, plus duel dengan PSM Makassar yang juga sedang berjuang.
Namun begitu, ada satu ancaman lain yang tak boleh diabaikan. Persija Jakarta yang nongkrong di peringkat ketiga dengan 55 poin juga sedang mengejar. Macan Kemayoran itu seperti harimau yang mengendap, siap menerkam jika kedua tim di atasnya lengah. Situasi ini membuat persaingan di papan atas semakin sengit dan tak terduga.
Jadi, bisa dibilang akhir musim ini bakal sangat seru. Borneo FC sudah memasang mode serius, siap membuat Persib menderita dalam setiap hitungan poin. Yang jelas, gelar juara belum dijamin untuk siapa pun. Semuanya masih sangat terbuka.
Artikel Terkait
Negosiasi Impor LPG dari Rusia Masih Alot di Tengah Lonjakan Kebutuhan Nasional
Prabowo Terbitkan Tiga Aturan Baru untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Mendikti Siapkan Sinergi Nasional Tangani Kekerasan Seksual di Kampus
OpenAI Siapkan Dana Lebih dari US$20 Miliar untuk Amankan Akses Chip Cerebras