Meski sudah berusaha menyesuaikan diri, platform game Roblox dinilai belum sepenuhnya patuh pada aturan perlindungan anak di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam sebuah jumpa pers di kantornya, Selasa lalu.
Inti masalahnya masih sama: celah bagi anak-anak untuk berkomunikasi dengan orang asing. Pemerintah mengakui Roblox telah melakukan pembaruan, termasuk meluncurkan fitur "Roblox Kids". Namun begitu, penyesuaian itu dianggap belum cukup.
Menurut sejumlah saksi dan pengujian, dalam fitur khusus anak-anak itu, potensi interaksi dengan orang tak dikenal masih mungkin terjadi. Ini menjadi titik kritisnya.
"Kami masih menemukan bahwa adjustment tersebut masih membolehkan ada komunikasi atau chat dengan orang tak dikenal," tegas Meutya.
Dia menyebut celah itu sebagai "loophole" yang berisiko. Alhasil, proposal komitmen kepatuhan dari Roblox belum bisa diterima pemerintah. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang.
Artikel Terkait
Barcelona Gugur dari Liga Champions Meski Kalahkan Atletico Madrid
Harga Emas Antam Naik Rp30.000 per Gram, Sentuh Rp2,89 Juta
Bapanas Peringatkan Importir Patuhi Harga Acuan Kedelai
Ghost in the Cell Joko Anwar Tayang April 2026, Usung Satir Politik di Balik Cerita Horor Penjara