Dia bahkan punya saran yang cukup praktis: cobalah bermain bersama anak. Dengan membuat akun orang tua dan terjun langsung ke dalam dunia Roblox, orang tua bisa benar-benar memahami apa yang dialami anak-anak mereka di sana.
“Saran pertama, buat akun orang tua dan bermainlah dengan anak Anda,” katanya.
Selain itu, Tami mengajak orang tua untuk melihat lebih dari sekadar durasi. Daripada sibuk menghitung menit screen time, lebih baik fokus pada kualitas aktivitas digital anak. Apa yang sebenarnya mereka lakukan di dalam game? Itu yang lebih penting.
Sebagai solusi, dia menyarankan untuk membuat kesepakatan bersama. Buatlah semacam kontrak waktu bermain yang disetujui kedua belah pihak. Yang tak kalah krusial adalah membangun komunikasi yang terbuka.
Anak harus merasa aman untuk bercerita jika menemui sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
“Tidak ada yang namanya sekali beres. Komunikasi harus terus dijaga,” pungkas Tami.
Langkah Roblox ini tampaknya menjadi respons atas kekhawatiran yang kian berkembang seputar keamanan anak di dunia digital. Mereka berusaha menyeimbangkan antara kebebasan bermain dan rasa aman. Hasilnya? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen
Menteri Haji Tegaskan Negosiasi Tarif Penerbangan 2026, Batasi Kenaikan Rp1,7 Triliun
Bank Mega Syariah Raup Dana Rp709 Miliar dan 5.600 Rekening Baru di Ramadan 2026