Di Gedung Nusantara II, Senayan, suasana terlihat cukup ramai. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, atau yang biasa disapa Gus Irfan, baru saja menjawab pertanyaan wartawan. Topiknya panas: soal tenggat pembayaran dan rencana kenaikan harga komponen penerbangan haji untuk tahun 2026.
“Tidak, tidak mesti harus dibayar sekarang,” tegas Gus Irfan, menepis kekhawatiran. “Tentu ada beberapa tahapan.”
Intinya, pemerintah tak akan serta-merta mengeluarkan dana. Masih ada ruang untuk bernapas. Di sisi lain, Kemenhaj sendiri sedang sibuk melakukan pembahasan intensif dengan maskapai. Tujuannya jelas, yaitu menyesuaikan harga dengan kondisi riil di lapangan, terutama imbas dari melonjaknya harga avtur yang jadi isu global.
Artikel Terkait
Tiga Pelaku Balap Liar di Malaka Diamankan Patroli Gabungan Polisi
Presiden Prabowo Disambut Upacara Militer dan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Macron di Paris
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen