Pasuruan – Gas elpiji tiba-tiba jadi barang yang susah dicari. Itulah yang dirasakan warga di Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sejak hampir seminggu terakhir. Toko-toko kosong, pengecer mengeluh, dan ibu-rumah tangga mulai resah.
Nah, rupanya masalahnya berawal dari jauh. Konflik yang memanas di Timur Tengah diduga jadi biang keroknya. Gara-gara situasi di sana, impor gas elpiji ke Indonesia pun tersendat. Akibatnya, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di sejumlah daerah, termasuk Pasuruan, kekurangan pasokan. Alhasil, distribusi ke tingkat bawah pun ikut macet.
Dwi Hartono, salah satu distributor di Kota Pasuruan, mengaku kesulitan. Karena pasokan dari SPBE yang molor, ia tak bisa mengirim gas ke para pengecer di wilayah Pasuruan Raya.
Untungnya, ada kabar baik. Menurut Dwi, pekan lalu akhirnya ada kiriman yang sampai. Barang itu langsung disalurkan ke beberapa pangkalan. Meski begitu, situasinya belum sepenuhnya normal. Pasokan untuk pekan ini memang mulai stabil, tapi stoknya tetap harus dibagi rata. “Tidak bisa semua dikirim ke satu tempat,” katanya.
Artikel Terkait
BNPP Gelar Pelatihan Tenun Ikat untuk Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Belu
Nadiem Makarim Akui Kesalahan dan Mohon Maaf atas Gaya Kerja Saat Jadi Menteri
Menteri PUPR Tinjau Proyek Hunian Warisan Bangsa di Purwakarta, Dijadikan Prototipe Nasional
Sekitar 250 Pengungsi Rohingya dan Warga Bangladesh Hilang di Laut Andaman