Lima puluh kilometer menjadi jarak yang ditempuh dalam sebuah lari solidaritas yang digelar untuk memperingati setengah abad perjalanan Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPALA) Universitas Brawijaya. Kegiatan bertajuk UB Loop Run 50K itu berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026, mulai pukul 03.00 hingga 10.30 WIB, dengan rute mengelilingi Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya.
Ajang ini bukan sekadar perlombaan lari jarak jauh. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol perjalanan panjang IMPALA UB selama lima dekade dalam membangun semangat petualangan, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup. Pelari utama dalam kegiatan ini membawa Pataka Oranye IMPALA UB, sebuah simbol kehormatan, sejarah, dan identitas organisasi yang menggambarkan perjalanan dari masa ke masa. Pataka tersebut dikawal mengelilingi lapangan rektorat sebanyak kurang lebih 150 kali putaran hingga mencapai garis finis sejauh 50 kilometer.
Di sisi lain, UB Loop Run 50K juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi. Berbagai pesan edukatif tentang pelestarian alam dan pentingnya menjaga lingkungan turut ditampilkan melalui videotron di kawasan kampus selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan lari ini bertepatan dengan agenda Car Free Day Universitas Brawijaya, sehingga diharapkan mampu menciptakan atmosfer kampus yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menjaga bumi pun coba dibangun melalui aksi nyata sehari-hari, dimulai dari lingkungan kampus sebagai langkah awal.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa semangat petualangan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap alam. Melalui konsep tersebut, UB Loop Run 50K tidak hanya menjadi ajang olahraga dan perayaan ulang tahun organisasi, tetapi juga media kampanye publik untuk menyebarkan semangat pelestarian lingkungan hidup kepada masyarakat luas.
Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, Guru Besar Universitas Brawijaya sekaligus anggota IMPALA UB. Ia dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai akademisi, ia aktif mendorong berbagai gagasan tentang konservasi lingkungan, keberlanjutan sumber daya alam, dan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda. Semangat tersebut juga diwujudkan melalui keterlibatan aktifnya dalam berbagai aktivitas alam terbuka dan olahraga ketahanan.
Meski telah menyandang gelar profesor, Sasmito Djati tetap aktif berolahraga, khususnya lari jarak jauh. Ia menjadi inspirasi bagi banyak kalangan tentang pentingnya menjaga kesehatan, disiplin, serta semangat juang tanpa batas usia. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai salah satu penggagas dan pendiri kegiatan Napak Tilas Raden Wijaya UB Ultra Run, sebuah event ultra running yang mengangkat nilai sejarah, budaya, nasionalisme, serta semangat ketahanan fisik dan mental.
Keikutsertaan Sasmito Djati dalam UB Loop Run 50K menjadi representasi kuat bahwa semangat IMPALA UB terus hidup lintas generasi. Kegiatan ini menghubungkan dunia akademik, kecintaan terhadap alam, gaya hidup sehat, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Dirgahayu Impala UB, 50 Kilometer untuk Semangat, Solidaritas, dan Kelestarian Alam,” ujar Asnawi, anggota senior Impala.
Artikel Terkait
Alwi Farhan Incar Balas Dendam ke Alex Lanier di Semifinal Singapura Open 2026
Persib dan Borneo FC Resmi Wakili Indonesia di Piala Klub ASEAN 2026/2027, Persija dan Persebaya Tersingkir
FIFA Jatuhkan Sanksi Larangan Registrasi Pemain ke Persib Bandung
Persib Bandung Kena Sanksi Larangan Registrasi Pemain Baru FIFA Imbas Sengketa Kontrak Luis Milla