Roblox Wajibkan Persetujuan Orang Tua untuk Fitur Chat Pengguna di Bawah 16 Tahun

- Selasa, 14 April 2026 | 16:00 WIB
Roblox Wajibkan Persetujuan Orang Tua untuk Fitur Chat Pengguna di Bawah 16 Tahun

Jakarta, Selasa lalu dalam sebuah briefing media yang digelar di Jakarta Pusat, Roblox mengumumkan langkah baru untuk mengamankan pengalaman bermain bagi penggunanya yang masih remaja. Intinya, platform game populer itu kini mewajibkan persetujuan orang tua lewat fitur Verified Parental Consent (VPC).

Fitur ini memberi kendali lebih besar pada orang tua. Mereka bisa memilih game apa saja yang boleh dimainkan, mengatur fitur obrolan, dan memastikan konten yang diakses sesuai usia anak.

Tami Bhaumik, Wakil Presiden Roblox, hadir langsung untuk menjelaskan kebijakan ini.

"Orang tua bisa menyetujui game tertentu, mengatur chat, hingga memastikan anak bermain sesuai usia," ujarnya.

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar formalitas. Khusus untuk pengguna berusia 12 hingga 15 tahun, akses fitur chat kini benar-benar dikunci dan hanya bisa dibuka setelah orang tua memberi izin. Tujuannya jelas: meminimalisir interaksi berisiko, terutama dengan orang yang tidak dikenal.

Di sisi lain, Roblox tak berhenti di situ. Sistem pengawasan mereka akan tetap aktif mengawasi hingga pengguna menginjak usia 16 tahun. Semua ini bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman, tentunya.

Tapi, Tami menegaskan satu hal. Teknologi secanggih apa pun tidak akan cukup tanpa peran aktif orang tua.

"Perlindungan anak tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga keterlibatan orang tua," tegasnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar