DUBAI – Kabar mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mulai mencuat dari berbagai sumber dalam negeri. Menurut laporan, Mojtaba mengalami luka serius di wajah dan kakinya akibat serangan gabungan yang ditudingkan kepada Israel dan AS, di awal-awal konflik meletus.
Kejadiannya sendiri sangat tragis. Serangan yang menyasar kompleks kediaman pemimpin di jantung Teheran itu tak hanya melukai Mojtaba, tetapi juga merenggut nyawa ayahnya, Ali Khamenei. Bahkan, istri Mojtaba serta beberapa anggota keluarga dekat lainnya dilaporkan tewas dalam insiden tanggal 28 Februari silam.
Tiga orang sumber yang mengaku dekat dengan lingkaran dalam pemerintah Iran menyebutkan, lukanya di wajah tergolong parah. Satu atau kedua kakinya juga mengalami cedera berat.
Namun begitu, kabar terbaru menyiratkan secercah harapan. Pria berusia 56 tahun itu disebut-sebut sedang dalam masa pemulihan. Yang menarik, meski fisiknya masih pulih, ketajaman mentalnya diyakini tetap utuh. Dia bahkan sudah mulai ikut dalam beberapa pertemuan penting dengan pejabat senior, walau hanya lewat sambungan audio. Beberapa keputusan krusial, termasuk soal perang dan negosiasi dengan Amerika, konon masih melibatkan dirinya.
Artikel Terkait
KPPU Denda 97 Pinjol Rp755 Miliar, Industri dan Pakar Soroti Kelemahan Putusan
Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Pasokan Minyak Mentah dan LPG
Kemensos dan Inkanas Sepakat Masukkan Karate ke Ekstrakurikuler Sekolah Rakyat
Kejagung Pacu Lelang Kapal Tanker Iran MT Arman 114 di Batam