MURIANETWORK.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat penurunan signifikan dalam jumlah backlog atau kebutuhan rumah yang belum terpenuhi sepanjang tahun 2025. Sebanyak 274.514 unit berhasil ditangani melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri perumahan, menyisakan tantangan sekitar 1.058.454 unit yang masih harus diselesaikan.
Kolaborasi Kunci Kurangi Backlog
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa pada awal 2025, angka backlog masih berada di kisaran 1.332.968 unit. Pencapaian pengurangan lebih dari seperempat juta unit ini disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Daerah DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah di Semarang. Luthfi menegaskan bahwa penuntasan masalah perumahan ini memerlukan kerja sama semua pihak.
"Ini pekerjaan rumah yang harus kita keroyok bersama-sama dengan menggandeng Real Estate Indonesia (REI) termasuk asosiasi rumah yang lain," ujarnya.
Dalam pandangannya, percepatan penyediaan rumah layak huni merupakan langkah strategis yang berkaitan langsung dengan upaya pengentasan kemiskinan. Selain mendorong pasar, Pemprov Jateng juga menjalankan program langsung seperti perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan rumah bagi keluarga miskin.
Sinergi untuk Program Nasional dan Ketersediaan Lahan
Luthfi juga mendorong para pengembang untuk menyediakan produk yang sesuai dengan daya beli masyarakat, sekaligus mendukung program 3 juta rumah dari pemerintah pusat. Optimisme itu ia sampaikan dengan penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Pelatih PSBS Biak Buka Suara Soal Tunggakan Gaji Pemain yang Telah Dua Bulan
Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara AS Terluka
Arus Balik Lebaran 2026 Masih Dominan di Terminal Guntur Garut
Satgas PRR Serahkan 120 Unit Huntap di Tapanuli Selatan, Fase Rekonstruksi Dipercepat