Memang, hubungan Washington dan Havana sudah lama tegang. Sejak era Perang Dingin, segala sesuatunya tak pernah benar-benar cair. Sanksi dan blokade ekonomi AS masih berlaku, yang dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat Kuba sehari-hari.
Namun begitu, ancaman Trump tak dibiarkan begitu saja. Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, langsung memberikan respons keras. Dalam wawancara dengan NBC News, dia menegaskan bahwa negaranya siap melawan.
"Tidak ada pembenaran bagi Amerika Serikat untuk melancarkan agresi militer terhadap Kuba,” tegas Diaz-Canel.
Peringatannya jelas dan tanpa basa-basi. "Warga Kuba siap membela negara mereka bahkan jika kami harus mati," tambahnya. Sebuah sinyal bahwa konfrontasi apa pun akan berujung pada perlawanan sengit.
Ancaman itu menggantung. Tapi satu hal yang pasti: ketegangan di Karibia tiba-tiba kembali memanas.
Artikel Terkait
MNC Peduli dan PMI Depok Kumpulkan 200 Kantong Darah dalam Donor Rutin
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif bagi Ketahanan Ekonomi Indonesia
Pemprov DKI Targetkan Ikan Sapu-sapu yang Rusak Ekosistem Perairan
Pakistan Kerahkan Pasukan dan Jet Tempur ke Arab Saudi untuk Perkuat Keamanan