Israel Siapkan Proposal Kehadiran Militer Jangka Panjang di Lebanon Selatan

- Selasa, 14 April 2026 | 15:35 WIB
Israel Siapkan Proposal Kehadiran Militer Jangka Panjang di Lebanon Selatan

Media Israel, Channel 14, melaporkan sebuah perkembangan penting. Mereka menyebut pemerintah Israel sedang mempersiapkan proposal untuk Lebanon. Intinya? Rencana pengerahan militer Israel jangka panjang di wilayah selatan Lebanon. Tentu saja, rencana semacam ini harus dapat persetujuan Beirut dulu. Itu syarat mutlak.

Nah, proposal ini kabarnya akan jadi bahan pembicaraan langsung antara perwakilan Tel Aviv dan Beirut. Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Washington DC, Selasa (14/4) waktu setempat. Laporan Channel 14 itu juga dikutip oleh Anadolu Agency.

Menariknya, yang disebut-sebut menyusun drafnya adalah Ron Dermer, Menteri Urusan Strategis Israel. Dermer bukan nama baru; dia mantan Duta Besar untuk AS dan termasuk salah satu penasihat kepercayaan PM Benjamin Netanyahu.

Lalu, seperti apa isi rencananya? Menurut laporan tersebut, wilayah selatan Lebanon akan dibagi menjadi tiga zona. Setiap penarikan pasukan Israel dari zona-zona itu nggak akan serta merta. Ada syaratnya. Salah satu yang utama adalah pembubaran kelompok Hizbullah.

Zona pertama direncanakan membentang dari perbatasan Israel utara hingga suatu area sekitar 7-8 kilometer ke dalam Lebanon, yang disebut "garis kuning". Di sini, Israel ingin mempertahankan kehadiran militernya secara intensif dan untuk waktu lama.

Kehadiran itu baru akan berakhir jika Hizbullah benar-benar bubar dan semua senjatanya disingkirkan. Titik.

Di sisi lain, zona kedua mencakup area dari "garis kuning" tadi hingga ke Sungai Litani. Di wilayah ini, pasukan Israel akan tetap beroperasi melawan Hizbullah. Namun, kontrol akan diserahkan secara bertahap kepada militer Lebanon.

Sedangkan untuk area di sebelah utara Sungai Litani, tanggung jawab penuh untuk melucuti Hizbullah akan diserahkan sepenuhnya pada tentara Lebanon. Itu klaim dari laporan media Israel tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar