Di Gedung Putih, Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengagetkan banyak pihak. Usai membahas Iran, presiden Amerika Serikat itu tiba-tiba mengalihkan perhatiannya ke sebuah pulau di Karibia. "Kita mungkin akan singgah ke Kuba setelah kita selesai dengan ini," ujarnya di hadapan para wartawan.
Trump tak menyembunyikan kritiknya. Menurutnya, negara itu dikelola dengan buruk selama bertahun-tahun. Pernyataannya ini sekaligus menjadi ancaman militer yang cukup serius, meski disampaikan dengan gaya khasnya yang blak-blakan.
Rencana itu, klaim Trump, punya dukungan kuat dari warga AS keturunan Kuba. Dia menyebut komunitas itu sebagai pendukung setianya.
"Kita memiliki banyak warga Kuba-Amerika yang hebat, yang hampir semuanya memilih saya," katanya.
Lalu dia melanjutkan dengan nada lebih emosional, "dan mereka diperlakukan dengan sangat buruk. Dalam banyak kasus, anggota keluarga telah dibunuh. Mereka telah dipukuli dan dirampok dan hal-hal mengerikan terjadi di Kuba."
Artikel Terkait
MNC Peduli dan PMI Depok Kumpulkan 200 Kantong Darah dalam Donor Rutin
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif bagi Ketahanan Ekonomi Indonesia
Pemprov DKI Targetkan Ikan Sapu-sapu yang Rusak Ekosistem Perairan
Pakistan Kerahkan Pasukan dan Jet Tempur ke Arab Saudi untuk Perkuat Keamanan