Ikan sapu-sapu di perairan Jakarta kini jadi target utama pemprov. Alasannya jelas: ikan ini dianggap sebagai perusak ekosistem yang cukup serius. Tak cuma merusak tanggul, mereka juga menyisir habis sumber makanan yang seharusnya untuk ikan-ikan lokal.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan kekhawatirannya pada Selasa lalu (14/2/2026).
"Ikan sapu-sapu sangat merusak ekosistem perairan. Sebab selain merusak tanggul lingkungan, sapu-sapu juga menjadi predator yang menghabiskan makanan ikan lokal," tegas Pramono.
Menurutnya, dampak kehadiran ikan ini sudah benar-benar terasa. Karena itulah, dalam waktu dekat akan digelar rapat khusus untuk membahas penanganannya. Rencananya, seluruh wali kota di Jakarta kecuali tentu saja Kepulauan Seribu akan diundang untuk membahas strategi bersama.
"Karena saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu gaklah, semua wali kota untuk menangani ini karena memang dampaknya sudah terasa," ucap dia.
Sebelum rapat digelar, aksi nyata sudah mulai dilakukan. Baru-baru ini, Pemkot Jakarta Pusat bersama Dinas KPKP provinsi melakukan operasi penangkapan di Kali Cideng, tepatnya di depan Plaza Indonesia. Hasilnya, 40 ekor ikan sapu-sapu berhasil diamankan. Operasi di lokasi itu dijadikan semacam role model untuk tindakan serupa di titik-titik lain.
Lalu, apa yang terjadi pada ikan-ikan yang tertangkap? Nasib mereka berakhir di Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) di Ciganjur. Di sana, ikan-ikan tersebut dimusnahkan dengan cara dikubur setelah dipastikan mati.
Jadi, langkah pemprov terlihat cukup serius. Dari rapat koordinasi hingga aksi langsung di lapangan, semua ditujukan untuk mengendalikan populasi ikan yang dianggap sebagai hama perairan ini. Tinggal tunggu hasilnya saja.
Artikel Terkait
Israel Tutup Paksa Masjid Ibrahimi di Hebron Tanpa Batas Waktu, Palestina Kecam Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Satgas Desak Kementerian Percepat Administrasi dan Revisi Anggaran demi Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Austria dan Hungaria Usai Lawatan di Prancis
IESR Sebut Tiga Prioritas Kunci Sukseskan Target PLTS 100 GW Pemerintah