Israel Tutup Paksa Masjid Ibrahimi di Hebron Tanpa Batas Waktu, Palestina Kecam Pelanggaran Kebebasan Beribadah

- Jumat, 29 Mei 2026 | 22:45 WIB
Israel Tutup Paksa Masjid Ibrahimi di Hebron Tanpa Batas Waktu, Palestina Kecam Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Pasukan Israel menutup paksa Masjid Ibrahimi di Kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki, tanpa batas waktu yang jelas. Seluruh jamaah, penjaga, karyawan, hingga petugas kebersihan diperintahkan segera meninggalkan area masjid sebelum lokasi tersebut disegel.

Berdasarkan laporan kantor berita Palestina, Wafa, tentara Israel tidak hanya mengosongkan bangunan utama masjid, tetapi juga menutup seluruh pos pemeriksaan dan gerbang di sekitar kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan secara mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada otoritas setempat.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam keras tindakan tersebut. Dalam pernyataan resminya, kementerian menilai penutupan Masjid Ibrahimi merupakan bagian dari kebijakan sistematis Israel untuk mengubah status quo tempat suci yang telah diakui secara internasional itu.

"Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan beribadah," demikian pernyataan kementerian Palestina, Jumat (29/5/2026).

Masjid Ibrahimi, yang dikenal pula sebagai Gua Para Patriark, merupakan salah satu situs suci paling penting bagi umat Islam di Tepi Barat. Selama bertahun-tahun, tempat ini menjadi titik ketegangan antara warga Palestina dan Israel karena letaknya yang strategis di jantung Kota Tua Hebron.

Sementara itu, warga Palestina di Hebron disebut kerap menghadapi penutupan akses, pembatasan aktivitas, hingga berbagai tindakan represif lainnya. Pemerintah Palestina menilai situasi ini dirancang untuk mendorong penduduk asli meninggalkan kawasan Kota Tua Hebron, sekaligus mempermudah kontrol Israel atas Masjid Ibrahimi dan sekitarnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar