Wagub Rano Karno: Kebesaran Jakarta Diukur dari Toleransi, Bukan Hanya Gedung Pencakar Langit

- Jumat, 29 Mei 2026 | 22:25 WIB
Wagub Rano Karno: Kebesaran Jakarta Diukur dari Toleransi, Bukan Hanya Gedung Pencakar Langit

Kebesaran sebuah kota tidak semata-mata diukur dari megahnya infrastruktur dan menjulangnya gedung pencakar langit, melainkan juga dari kelapangan hati warganya dalam menerima perbedaan di tengah keberagaman. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri perayaan Hari Raya Waisak bertajuk Illumination of Jakarta: Glow of Peace di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/5/2026). Perayaan tahun ini sengaja digelar di ruang publik dengan instalasi cahaya dan pertunjukan budaya untuk memperkuat pesan toleransi di Ibu Kota.

“Sebab kota yang besar bukan hanya diukur dari tingginya gedung di kawasan Bundaran HI, tetapi juga dari lapangnya hati kita menerima setiap anak bangsa dengan penuh rasa hormat, penuh ketulusan, dan penuh rasa persaudaraan di antara kita,” ujar Rano dalam sambutannya.

Menurut Rano, Jakarta terus berupaya menjadikan ruang publik sebagai tempat perjumpaan seluruh warga lintas agama dan budaya. Kawasan Bundaran HI, kata dia, kini telah bertransformasi menjadi ‘halaman bersama’ bagi masyarakat untuk merayakan keberagaman. Ia mencontohkan sejumlah perayaan yang sebelumnya telah digelar di lokasi yang sama, mulai dari Christmas Carol, festival Imlek, Jakarta Bedug Festival, hingga pawai ogoh-ogoh. Kini, giliran perayaan Waisak hadir lewat tema Glow of Peace yang membawa pesan perdamaian dan kebersamaan.

“Di tempat ini, Jakarta terus belajar merayakan perbedaan sebagai anugerah, bukan sebagai jarak. Jakarta ingin menjadikan keberagaman sebagai jembatan, bukan sebagai sekat,” tegasnya.

Rano berharap perayaan Waisak tidak hanya menghadirkan pengalaman visual bagi warga, tetapi juga menumbuhkan rasa damai dan semangat hidup berdampingan. Ia mengatakan, cahaya yang menghiasi Bundaran HI menjadi simbol harapan agar Jakarta tetap menjadi kota yang toleran, adil, dan menenteramkan seluruh warganya. “Jakarta itu bukan kota yang hanya terang oleh lampu, tetapi juga terang karena desir doa semua warganya,” tuturnya.

Sementara itu, perayaan Illumination of Jakarta: Glow of Peace digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2026 di kawasan Bundaran HI dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era. Acara tersebut menghadirkan instalasi cahaya, pertunjukan seni budaya, dan kegiatan refleksi kebersamaan di ruang publik yang dapat dinikmati seluruh warga tanpa terkecuali.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar