Produksi Minyak OPEC Anjlok Drastis pada Maret Akibat Konflik Timur Tengah

- Selasa, 14 April 2026 | 09:35 WIB
Produksi Minyak OPEC Anjlok Drastis pada Maret Akibat Konflik Timur Tengah

Produksi minyak mentah OPEC anjlok pada Maret lalu. Data resmi yang dirilis organisasi itu menunjukkan penurunan drastis, sekitar 7,9 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini bahkan lebih buruk dari perkiraan pasar yang cuma memprediksi turun 7,2 juta barel.

Penyebabnya? Konflik bersenjata di Timur Tengah. Perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel disebut-sebut sebagai pemicu utama. Akibatnya, total produksi OPEC bulan Maret hanya menyentuh 20,79 juta barel per hari.

Penurunan paling tajam terjadi di beberapa negara produsen kunci. Irak, misalnya, produksinya merosot 2,56 juta barel per hari, hanya menyisakan sekitar 1,63 juta. Arab Saudi juga tak kalah parah, turun 2,3 juta barel ke level 7,8 juta per hari.

Uni Emirat Arab dan Kuwait ikut terpukul. UEA kehilangan 1,53 juta barel, sementara Kuwait produksinya menyusut 1,37 juta barel. Iran sendiri, yang jadi pusat konflik, catat penurunan 182.000 barel per hari. Serangan udara gabungan AS-Israel yang dimulai akhir Februari jelas berdampak pada ladang-ladang minyak mereka.

Namun begitu, ada sedikit cerita berbeda dari dua anggota OPEC lainnya. Di tengah kekacauan, Venezuela dan Nigeria justru mencatat kenaikan produksi. Venezuela naik 79.000 barel, Nigeria bertambah 22.000 barel per hari. Sebuah pencapaian kecil di tengah situasi yang serba sulit.

Laporan ini menggambarkan betapa rapuhnya pasokan minyak global. Ketika ketegangan memanas di kawasan penghasil energi, goncangan di pasar pun tak terhindarkan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar