Sebuah helikopter dengan registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah Kalimantan Barat. Peristiwa ini terjadi di sekitar Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada Kamis (16/4/2026).
Menurut sejumlah saksi, kabar pertama diterima sekitar pukul 10.40 pagi. Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengonfirmasi informasi itu datang dari AirNav.
"Benar, kami menerima informasi terkait hilangnya kontak helikopter PK-CFX di wilayah Sekadau," kata Junetra.
Dia menjelaskan, helikopter milik PT Matthew Air itu sebenarnya sedang dalam penerbangan dari Melawi menuju Kubu Raya. Namun di tengah perjalanan, sekitar pukul 08.39 WIB, kontaknya putus di Desa Tapang Tingang. Dugaan sementara, pesawat mengalami gangguan teknis.
Tim SAR langsung bergerak. Cepat sekali. Pukul 11.00 WIB, tim dari Pos SAR Sintang sudah diberangkatkan ke lokasi. Mereka membawa peralatan lengkap: evakuasi, medis, sampai perangkat komunikasi.
Tak lama berselang, tepatnya lima menit kemudian, Kantor SAR Pontianak mengerahkan dua tim tambahan. Satu tim rescue, satu lagi tim komunikasi. Mereka juga membawa peralatan pendukung canggih seperti direction finder dan Starlink untuk memperkuat pencarian.
Operasi gabungan pun digelar. Pencarian melibatkan banyak pihak: dari Pos SAR Sintang, Polres, AirNav, hingga Brimob. BPBD, pemerintah lokal, dan warga setempat juga turun tangan membantu. Semua berusaha mencari di wilayah yang sulit, dengan koordinat perkiraan 00°12'00" LS dan 110°44'00" BT.
Lokasi itu sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang. Medannya berat, tapi upaya penyisiran terus dilakukan tanpa henti sejak siang tadi.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Bapanas Pantau Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan di Banten Pasca-Lebaran
Menteri ESDM: Indonesia Kejar Pasokan Minyak Mentah dari Rusia untuk Tutupi Defisit Energi
Kemenperin Antisipasi Gangguan Rantai Pasok Petrokimia Akibat Gejolak Selat Hormuz
Kementerian Kehutanan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Cegah Karhutla