tegas Vance.
Jadi, syaratnya dua. Pertama, Iran harus menyerahkan stok uranium yang diperkaya. Kedua, mereka harus memberikan komitmen yang tak bisa ditawar untuk tidak membuat senjata nuklir. "Kita harus mendapatkan komitmen pasti mereka untuk tidak mengembangkan senjata nuklir," ujar Vance lagi.
Namun begitu, ada satu isu lain yang disebut bisa menggagalkan segalanya: Selat Hormuz. Pete Hegseth, yang juga hadir dalam wawancara itu, memberikan peringatan keras. Menurutnya, perundingan bisa berubah drastis jika Iran tetap bersikeras membatasi kebebasan navigasi di selat vital itu. Bahkan, sikap keras kepala Teheran berpeluang menutup pintu untuk pembicaraan lebih lanjut.
tutur Hegseth.
Jadi, gambaran besarnya begini. Ada secercah harapan dari Islamabad, tapi masih dibayangi dua hal besar: uranium dan selat. Keduanya adalah batu ujian yang akan menentukan apakah perundingan berikutnya bakal membuahkan hasil, atau justru kembali mentah.
Artikel Terkait
Trump Ancam Kuba, Presiden Diaz-Canel Siapkan Perlawanan
Ekonomi Singapura Melambat di Kuartal I 2026, Konflik Timur Tengah Jadi Ancaman
Putin dan Prabowo Pererat Kerja Sama Strategis Rusia-Indonesia di Kremlin
Kebakaran Rumah Kos di Kemayoran Tewaskan Satu Orang