Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, geram. Penyebabnya, aksi pencurian besi di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang kian marak. Dia tak main-main, ancaman tindakan tegas akan didorongnya untuk siapapun yang kedapatan.
"Kalau kemudian masih ada yang mengambil atau mencuri besi-besi yang ada di JPO, saya akan mendorong untuk diambil tindakan tegas kepada siapapun itu," tegas Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Nada suaranya tegas. Baginya, ini bukan sekadar soal kerugian material pemerintah. Lebih dari itu, keselamatan warga yang jadi taruhannya. JPO yang struktur besinya dikerogoti jelas jadi ancaman bagi pejalan kaki.
"Karena ini sudah mengganggu ketertiban umum," ujarnya menegaskan.
Lalu, apa langkah konkretnya? Pemprov DKI tak tinggal diam. Menurut Pramono, pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah JPO akan segera dilakukan. Ini jadi upaya pencegahan sekaligus alat bantu untuk menjerat pelaku.
"Sekarang ini hampir semua JPO saya sudah minta untuk mulai dipasang CCTV. Itu yang pertama," ungkapnya.
Di sisi lain, upaya perbaikan fasilitas publik terus digenjot. Pramono memastikan, pembenahan akan dilakukan agar ruang-ruang publik di Ibu Kota lebih aman dan nyaman untuk warga. Soal pencurian besi ini, dia berharap dengan pengawasan ketat, aksi serupa bisa ditekan. Bahkan, kalau perlu, diberantas sampai ke akarnya.
(bel/ygs)
Artikel Terkait
Jimly Asshiddiqie Hadir di Pemakaman Ryamizard Ryacudu, Bersaksi soal Integritas dan Profesionalitas Almarhum
Jenderal IRGC: Kekalahan AS dalam Perang Lawan Iran Sudah Tak Terelakkan
Akun Instagram Resmi Gedung Putih Era Obama Diretas, Unggah Konten Provokatif Buatan AI
Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numpor Tewaskan Lima Warga Satu Keluarga, Tiga Lainnya Hilang