Setelah sempat terpuruk gara-gara daftar emiten HSC dari bursa, saham-saham konglomerat justru bangkit dengan cukup tajam sepanjang pekan lalu. Ada dua angin segar yang mendorong reli ini: kabar baik dari FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia, plus gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang bikin pasar global sedikit lega.
Tapi, ceritanya belum berakhir. Negosiasi gencatan senjata itu, kata kabar terbaru Minggu (12/4), ternyata mentok. Gagal. Artinya, ketenangan yang baru dirasakan pasar itu bisa-bisa cuma sementara. Belum lagi, semua mata masih menunggu keputusan MSCI yang bakal menentukan arah selanjutnya. Jadi, reli ini masih terasa rapuh.
Yang paling mencolok sih, saham-saham milik Prajogo Pangestu dari Grup Barito. BRPT melonjak hampir 50 persen ke level Rp1.915. Tak kalah heboh, TPIA juga naik 45,68 persen ke Rp6.075 per data Jumat (10/4). Mereka nggak sendirian. CUAN, CDIA, dan PTRO ikut meroket dengan kenaikan di atas 25 persen. BREN juga menyusul, menguat 20,83 persen.
Di sisi lain, Grup Bakrie juga menunjukkan tren serupa. Saham BNBR melesat 40,95 persen ke Rp148. VKTR, BRMS, ENRG, DEWA, dan BUMI pun ikut naik, meski persentasenya beragam.
Rebound ini ternyata cukup luas. Kelompok Hapsoro, misalnya, dengan RAJA, BUVA, dan RATU juga catat kenaikan signifikan. Dari Sinarmas, DSSA naik 10,28 persen ke Rp3.110 emiten ini baru aja bagi-bagi saham (stock split) dengan rasio 1:25.
Grup Salim dengan AMMN dan PANI ikut merasakan imbasnya. Sementara itu, pergerakan saham Grup Haji Isam lebih variatif. JARR dan PGUN naik, tapi TEBE malah terkoreksi hampir 7 persen. Lalu, ada juga WIFI milik Hashim Djojohadikusumo yang naik hampir 10 persen.
Menurut pengamat pasar modal Michael Yeoh, reli ini wajar. "Saham konglomerasi memang erat kaitannya dengan indeks," ujarnya, Kamis (9/4).
Dia bilang, kabar dari FTSE kemarin memberi angin segar buat emiten-emiten konglo di IHSG. "Itu membuat banyak saham konglo selain Prajogo juga mengalami rebound," tambahnya.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Melemah, Investor Domestik Lakukan Net Sell Rp200 Miliar
IHSG Terperosok 0,97%, Hampir Semua Sektor Tertekan
Analis: Reli IHSG 6% Ditopang Domestik, Investor Asing Masih Keluar Rp3,3 Triliun
Analis: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Meski Risiko Masih Mengintai