Sebanyak 17 satuan pendidikan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, resmi menandatangani perjanjian kerja sama sebagai penerima manfaat program revitalisasi sekolah pada tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp10,6 miliar. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa belasan sekolah tersebut mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TKK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) yang tersebar di sejumlah distrik atau kecamatan. Sementara itu, 36 satuan pendidikan lainnya masih dalam tahap verifikasi administrasi untuk menyusul.
“Kalau tahun 2025, sebanyak 31 sekolah di Manokwari yang dilakukan revitalisasi dengan total anggaran Rp39,9 miliar,” kata Abdul di Manokwari, Kamis (28/5/2026).
Abdul menjelaskan bahwa satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK dapat mengajukan usulan bantuan pembiayaan perbaikan infrastruktur melalui dua metode. Pertama, pengiriman proposal secara daring melalui laman resmi. Kedua, pengiriman dokumen fisik secara langsung. “Proposal usulan revitalisasi dari daerah itu bisa dikirim secara online lewat website, dan bisa juga kirim dokumen fisiknya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan program revitalisasi 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan tiga kategori prioritas. Ketiganya meliputi sekolah yang terdampak bencana alam, sekolah yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta sekolah dengan kondisi fisik yang masuk dalam klasifikasi rusak berat. Pendekatan ini diambil untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau institusi pendidikan yang paling membutuhkan.
Di sisi lain, Abdul menegaskan bahwa program revitalisasi maupun pembangunan unit sekolah baru akan berlangsung secara berkesinambungan selama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Target yang ditetapkan mencapai 71.744 unit, meningkat signifikan dari rencana awal sebanyak 11.744 unit. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.
Program revitalisasi satuan pendidikan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang bermutu, berkualitas, dan berdaya saing. “Misalnya usulan dalam tahun ini belum lolos verifikasi, bisa diajukan kembali tahun depan. Program revitalisasi tidak diselenggarakan hanya satu atau dua tahun saja,” kata Abdul.
Adapun 17 satuan pendidikan yang telah dipastikan sebagai penerima manfaat revitalisasi 2026 meliputi TK Pertiwi V Masni, KB Mawar Masni, SD Inpres 42 Taman Ria, SD Inpres 24 Masni, SD Negeri 75 Kerney, SMP Negeri 3 Manokwari, SMP YPK 2 Manokwari, dan SMP YPK 4 Talitakum. Selain itu, terdapat pula SMP Negeri 10 Manokwari, SMP Negeri 21 Atap Aipiri, SMP Negeri 8 Prafi, SMA Negeri 4 Manokwari, SMA YAPIS Manokwari, SMA Negeri 1 Warmare, SMK Negeri 2 Manokwari, SMK Negeri 3 Manokwari, dan SMK Negeri 4 Manokwari.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia U-19 Optimis Hadapi Piala AFF 2026 Usai TC di Yogyakarta
Pemprov DKI Targetkan 12 Sistem Pompa Baru Beroperasi Penuh pada 2027 untuk Antisipasi Banjir
Kerbau Albino Mirip Donald Trump di Bangladesh Viral, Batal Dijadikan Hewan Kurban Idul Adha
Menteri Haji Imbau Jemaah Hindari Lempar Jumrah Siang Hari Akibat Suhu Ekstrem 43 Derajat Celsius di Mina