Lalu, bagaimana cara membuka blokir ini? Gampang. Pemkot sudah sediakan layanan online di situs cekinwarga.surabaya.go.id. Atau, bagi yang lebih nyaman datang langsung, silakan hubungi kantor kelurahan sesuai domisili.
Selain untuk memastikan keberadaan penduduk, penangguhan ini juga berlaku untuk kasus-kasus spesifik. Misalnya, bagi mereka yang tidak tercatat dalam survei DTSEN atau yang mangkir dari kewajiban nafkah anak pasca-perceraian berdasarkan putusan pengadilan.
Data per April 2026 menunjukkan, baru sekitar 4.040 KK atau 9.000 jiwa yang sudah konfirmasi sebelum batas akhir Maret. Angka ini terbilang kecil.
Padahal, survei DTSEN sendiri sudah digelar cukup lama, dari Oktober 2025 hingga Januari 2026 lalu dengan melibatkan petugas BPS. Hasilnya? Tercatat ada 181.867 KK yang statusnya "tidak ditemukan" saat survei berlangsung. Jumlah yang sangat signifikan.
Di akhir penjelasannya, Eddy kembali menekankan poin penting.
Pungkasnya. Jadi, ini bukan sekadar urusan administrasi belaka, tapi menyangkut akurasi program pemerintah untuk dua tahun ke depan. Cek data Anda sekarang juga.
Artikel Terkait
Ekonomi Singapura Melambat di Kuartal I 2026, Konflik Timur Tengah Jadi Ancaman
Putin dan Prabowo Pererat Kerja Sama Strategis Rusia-Indonesia di Kremlin
Kebakaran Rumah Kos di Kemayoran Tewaskan Satu Orang
Produksi Minyak OPEC Anjlok Drastis pada Maret Akibat Konflik Timur Tengah