Produksi minyak mentah OPEC anjlok pada Maret lalu. Data resmi yang dirilis organisasi itu menunjukkan penurunan drastis, sekitar 7,9 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini bahkan lebih buruk dari perkiraan pasar yang cuma memprediksi turun 7,2 juta barel.
Penyebabnya? Konflik bersenjata di Timur Tengah. Perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel disebut-sebut sebagai pemicu utama. Akibatnya, total produksi OPEC bulan Maret hanya menyentuh 20,79 juta barel per hari.
Penurunan paling tajam terjadi di beberapa negara produsen kunci. Irak, misalnya, produksinya merosot 2,56 juta barel per hari, hanya menyisakan sekitar 1,63 juta. Arab Saudi juga tak kalah parah, turun 2,3 juta barel ke level 7,8 juta per hari.
Artikel Terkait
Evaluasi Awal WFH ASN Positif, Kinerja dan Pelayanan Publik Tetap Terjaga
Trump Ancam Kuba, Presiden Diaz-Canel Siapkan Perlawanan
Ekonomi Singapura Melambat di Kuartal I 2026, Konflik Timur Tengah Jadi Ancaman
Putin dan Prabowo Pererat Kerja Sama Strategis Rusia-Indonesia di Kremlin