PB Perpani Susun Roadmap Ketat untuk Target Emas di Asian Games 2026

- Senin, 09 Februari 2026 | 20:00 WIB
PB Perpani Susun Roadmap Ketat untuk Target Emas di Asian Games 2026

BANTEN – Sukses besar di SEA Games 2025 Thailand, di mana panahan Indonesia menyabet enam emas dan dua perunggu, membuat suasana di tubuh PB Perpani terasa berbeda. Mereka tak mau berpuas diri lama-lama. Target berikutnya sudah jelas: Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Federasi ini langsung bergerak cepat, menyusun peta jalan komprehensif agar Merah Putih bisa bersaing ketat di kancah Asia.

“Agenda 2026 difokuskan pada kesiapan kompetitif internasional dan pencapaian puncak performa di Asian Games 2026 Nagoya,” tegas Ketua Umum PB Perpani, Arsjad Rasjid, dalam sebuah kesempatan.

Ia menambahkan, “Kami memperketat standar pembinaan, kompetisi, dan evaluasi kinerja di seluruh level. Intinya, menyatukan atlet, pelatih, dan ofisial dalam satu sistem kerja yang terukur dan konsisten.”

Pernyataan itu disampaikan dalam Rakernas yang digelar di Tangerang Selatan, Banten, awal Februari lalu. Momentum juara umum SEA Games, yang mengalahkan tuan rumah Thailand, dianggap sebagai modal berharga. Namun begitu, semua sadar, level persaingan di Asia jauh lebih berat.

Nah, kunci utamanya adalah regenerasi. Arsjad menekankan, konsistensi prestasi harus dibangun dari pembinaan yang berkelanjutan. Caranya? Dengan terus menggali bakat-bakat baru.

“Makanya tahun lalu kita menggelar Kejurnas untuk junior. Ini bagian dari upaya kita mendapatkan talenta-talenta baru lagi. Harapannya, pembinaan ini bisa dilaksanakan dengan baik,” terang Arsjad.

Angkanya cukup menggembirakan. Kejurnas Junior 2025 diikuti 870 atlet dari 29 Pengprov. Sementara di level senior, ada 310 atlet dari 22 Pengprov yang bertarung di Bali. Belum lagi Kejurnas Antarklub yang menjaring 1.360 atlet! Basis atlet nasional memang terlihat luas.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar