“Saya tegaskan bahwa bagi Inggris, kami memiliki prinsip-prinsip kami sendiri, kami memiliki nilai-nilai kami sendiri. Kami akan berpedoman pada prinsip-prinsip tersebut dalam segala hal yang kami lakukan,” ujarnya tegas.
Ia juga secara halus mengkritik retorika Trump yang dinilai mengancam. “Itulah mengapa saya mengatakan dan jelas hal itu telah menimbulkan kritik dan tekanan dalam beberapa minggu terakhir saya telah mengatakan bahwa kami tidak akan terseret ke dalam perang ini.”
Di sisi lain, pemerintah Inggris sendiri telah merilis pernyataan resmi menanggapi ancaman blokade Trump. Intinya, mereka menyerukan kebebasan navigasi dan mendesak agar Selat Hormuz tetap terbuka. Sebuah posisi yang jelas berseberangan dengan langkah yang digagas Gedung Putih.
Jadi, meski tekanan dari Washington terus mengalir, London tampaknya bersikukuh pada jalurnya sendiri. Situasi di kawasan itu pun makin mencekam, menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Dua Ormas Pemuda Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Terkait Ceramah Kontroversial
Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp497 Triliun, Tumbuh 7 Persen
Auditor BPKP Ungkap Kerugian Negara Rp1,5 Triliun dari Pengadaan Chromebook
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran