Dan memang, geliat pembangunan perumahan itu seperti magnet. Ia menarik pertumbuhan sektor-sektor pendukung. Mulai dari konstruksi, industri material bangunan, sampai jasa tenaga kerja dan logistik. Bahkan, pelaku UMKM di sekitar lokasi pun ikut kebagian angin dari aktivitas baru ini.
Di sisi lain, kekuatan BRI terletak pada jaringannya yang sangat luas. Itu jadi fondasi strategis untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah, dari kota besar hingga wilayah yang jauh dari pusat.
"Didukung jaringan yang luas dan terintegrasi, BRI akan terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan perumahan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah," jelas Aris lagi.
Upaya ini, lanjutnya, diarahkan untuk pemerataan akses pembiayaan. Intinya, agar kesempatan memiliki rumah tidak hanya berpusat di daerah tertentu saja.
Pada akhirnya, penyaluran KPR subsidi ini adalah bentuk sinergi dengan program strategis pemerintah. Peran BRI di sini melampaui sekadar penyedia dana. Mereka berusaha jadi bagian dari ekosistem yang membuat kepemilikan rumah jadi lebih inklusif dan berkelanjutan untuk banyak orang.
Angka Rp17,13 triliun itu bukan akhir cerita. Ia adalah pintu yang dibuka lebar-lebar.
Artikel Terkait
Auditor BPKP Ungkap Kerugian Negara Rp1,5 Triliun dari Pengadaan Chromebook
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran